51动漫

51动漫 Official Website

Perlu Peningkatan Awareness Nakes Terkait Upaya Berhenti Merokok

Merokok merupakan salah satu tantangan dalam permasalahan kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun secara global. Jumlah perokok diproyeksikan mencapai 1,1 miliar orang pada tahun 1990-2019. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa merokok dapat menyumbang kontribusi sebagai penyebab kematian. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Indonesia menyebutkan bahwa persentase perokok yang tinggi berasosiasi dengan tingginya persentase penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, dan TBC.

Pada tahun 2018, prevalensi merokok di Indonesia mencapai 28,8%. Salah satu provinsi dengan prevalensi merokok yang tinggi di Indonesia adalah Jawa Timur. Berbagai penelitian maupun survei mencatat usia perokok mulai dari 15 tahun ke atas, yang artinya kebiasaan merokok mulai timbul saat usia dini. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kenaikan jumlah perokok dapat dilakukan upaya berhenti merokok (smoking cessation).

Berdasarkan World Health Organization (WHO), metode upaya berhenti merokok (smooking cessation) merupakan metode yang dapat dipraktikkan oleh tenaga medis, seperti dokter maupun perawat. Terdapat lima langkah henti rokok, yaitu menanyakan penggunaan tembakau pada pasen (ask), menasihati pasien tentang bahaya merokok dan manfaat berhenti merokok (advice), menilai kesiapan pasien untuk berhenti merokok (assess), membantu pasien untuk berhenti merokok (assist), dan menyediakan tindak lanjut kegiatan hento rokok pasien (arrange).

Tenaga medis, seperti dokter dan perawat memiliki peranan penting dalam upaya henti rokok. Oleh karena itu, tim peneliti dari FKM UNAIR, yaitu Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., Kurnia Dwi Artanti, dr., M.S., dan melakukan penelitian terkait praktik upaya henti rokok oleh tenaga medis di Surabaya. Berdasarkan penelitian tersebut, sebagian besar tenaga medis tidak mendapatkan pelatihan terkait upaya henti rokok. Oleh karena itu, pengetahuan dan kesadaran tenaga medis terkait upaya henti rokok untuk pasien sebagai langkah preventif masih sangat kurang. Hal tersebut berdampak pada praktik upaya henti rokok pada pasien yang masih belum berjalan dengan baik, terutama pada langkah membantu pasien untuk berhenti merokok (assist), dan menyediakan tindak lanjut kegiatan henti rokok pasien (arrange).

Penulis: Prof. Dr. Santi Martini, dr., M.Kes

Jurnal: The relationship between smoking status and smoking cessation practice for health workers in Surabaya

AKSES CEPAT