51动漫

51动漫 Official Website

Persepsi dan Pengalaman Bidan dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Mental pada Ibu Nifas di Indonesia

Secara global, diperkirakan sekitar 13% dari ibu nifas mengalami gangguan kesehatan mental, khususnya depresi pasca persalinan (WHO, 2015). Di Indonesia, diperkirakan 26% ibu pasca melahirkan mengalami depresi (Nurbaeti et al, 2018). Beberapa faktor penyebab gangguan kesehatan mental masa nifas diantaranya riwayat trauma, kepribadian, kondisi medis, luaran kehamilan, dukungan sosial dan lingkungan (Lopez et al, 2017; MacKinnon et al, 2017; Dekel et al, 2020; Delgadillo and Gonzalez Salas Dugne, 2020). Terlebih lagi, gangguan kesehatan psikologi masa nifas bisa dialami oleh siapapun meski memiliki resiko rendah atau bahkan pada ibu yang tidak memiliki faktor risiko. Masalah kesehatan psikologi ibu tersebut dapat membawa dampak negatif jangka panjang bagi ibu, bayi dan keluarga (Bradley and Slade, 2011; Knight et al, 2018; Dekel et al, 2020).

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang memberikan perawatan penting kepada ibu nifas secara komprehensif termasuk aspek kesehatan mental (Ministry of Health Indonesia, 2007; International Confederation of Midwives, 2018). Akan tetapi, panduan spesifik dan komprehensif mengenai pelayanan kesehatan psikologi ibu nifas dan masa maternal belum ada. Oleh karena itu, tujuan studi ini adalah untuk memahami pelaksanaan pelayanan kesehatan mental pasca persalinan yang diberikan oleh bidan melalui eksplorasi pandangan tentang peran dan pengalaman bidan.

Desain studi merupakan deskriptif fenomenologi yang berfokus pada konsep ‘lifeworld’ atau ‘pengalaman hidup’. Populasi penelitian adalah bidan klinik yang bekerja di Surabaya. Sampel dipilih dengan kriteria kelayakan yaitu bidan aktif bekerja di rumah sakit, puskesmas atau praktik mandiri bidan, memiliki setidaknya 3 tahun pengalaman klinis dalam memberikan pelayanan kepada ibu nifas. Sebanyak 20 bidan berpartisipasi dalam penelitian ini, mewakili masing-masing wilayah di Surabaya (utara, selatan, timur, barat dan tengah), dan berasal dari fasilitas kesehatan yang berbeda di setiap daerah.

Pengumpulan data dilakukan secara wawancara individu selama 卤60 menit secara online dalam bahasa Indonesia dengan pertanyaan terbuka, tentang persepsi dan pengalaman bidan terhadap memberikan pelayanan kesehatan mental pada ibu nifas. Data dianalisis menggunakan lima Langkah analisis tematik menurut rekomendasi Braun dan Clarke (2006). Sebelum wawancara dimulai, peserta diingatkan bahwa wawancara akan direkam, nama samaran akan digunakan untuk anonimitas dan peserta dapat menarik diri dari wawancara kapanpun tanpa konsekuensi. Setelah wawancara, peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka dan, jika perlu, pewawancara merujuk peserta ke unit psikologi Rumah Sakit 51动漫.

Dari 20 peserta yang dilakukan wawancara, sebagian besar berusia antara 30 dan 35 tahun, memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman klinis dan merawat kurang lebih 30 ibu nifas per bulan. Separuhnya bekerja di rumah sakit sebagai bidan klinis, dan sisanya bekerja di layanan kesehatan primer dan praktik mandiri bidan. Hampir setengah dari peserta memiliki gelar sarjana kebidanan, sementara lainnya memiliki jenjang diploma kebidanan.

Mengenai pandangan bidan terhadap pelayanan kesehatan psikologi ibu nifas, terdapat empat subtema, meliputi: Peran bidan sebagai pendamping dan pendukung; Kesehatan psikologi perlu ditangani selama masa kehamilan; Bidan memiliki peran penting dalam penyediaan layanan kesehatan mental untuk ibu pasca melahirkan; Memberikan perawatan holistik, bukan sekedar fisik.

Adapun pengalaman bidan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan mental pasca persalinan terdapat enam subtema, yaitu: Mengidentifikasi gangguan psikologi dengan menilai sikap ibu; Pendekatan intensif untuk tatalaksana awal; Pelayanan kolaboratif atau rujukan bagi pasien yang membutuhkan perawatan psikologi lebih lanjut; Keterbukaan dan sikap kooperatif menentukan kesuksesan; Aspek fisik dan sosial dari layanan kesehatan; Bidan memerlukan pedoman baku.

Peran bidan dalam kesehatan mental pasca melahirkan dapat dimulai dari peningkatan kesadaran ibu bahwa mereka mungkin menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental setelah melahirkan meskipun tidak memiliki faktor risiko (Ionio and Di Blasio, 2014). Perawatan kesehatan mental hanya bisa berhasil jika ada kepercayaan antara ibu dan bidan, dan hal ini harus dibangun sejak kunjungan pertama pelayanan antenatal (Ford and Ayers, 2011; Anis et al, 2022).

Untuk mencegah masalah psikologis pasca persalinan, bidan harus menyediakan perawatan yang tepat melalui dukungan yang dipersonalisasi untuk setiap ibu, melibatkannya dalam pengambilan keputusan, memberi informasi yang konsisten dan memberikan kesinambungan perawatan, khususnya bagi perempuan rentan. Hal ini penting untuk memperkuat hubungan emosional yang positif antara bidan, ibu dan keluarganya.

Bidan yang melaksanakan asuhan di praktik mandiri bidan tampaknya lebih mudah dan fleksibel dalam memberikan perawatan psikologis ibu. Sebaliknya, bidan yang bekerja di rumah sakit mengalami keterbatasan dalam memberikan pelayanan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan lingkungan yang kondusif dalam perawatan kesehatan psikologis pascapersalinan. Selain itu, bidan harus berhati-hati mempertimbangkan kebutuhan intervensi selama perawatan kehamilan dan persalinan, bahkan ketika hal tersebut merupakan intervensi rutin atau diharapkan.

Meskipun belum ada alat skrining yang terstandarisasi untuk gangguan kesehatan mental (Martin, 2012), hampir semua partisipan melaporkan bahwa mereka akan mengidentifikasi gangguan psikologis pasca melahirkan dengan mengkaji sikap ibu. Perilaku seperti tidak mau

menyusui bayinya, tampak sedih dan menangis tanpa sebab, kehilangan fokus, ingin menyakiti diri atau bayinya, semuanya bisa mengindikasikan masalah kesehatan mental pascapersalinan. Studi ini menyimpulkan bahwa, meskipun sudah ada upaya untuk mengaplikasikan perawatan psikologi masa nifas, para informan merasa bahwa pedoman khusus kesehatan mental maternal sangat diperlukan untuk melakukan pelayanan sesuai standar dan memaksimalkan luaran perawatan.

Penulis: Farida Fitriana, S.Keb., Bd., MSc

Judul artikel (Scopus-indexed):

Providing mental healthcare for postpartum women in Indonesia: a qualitative phenomenological study.

AKSES CEPAT