Kelebihan asupan Natrium (Na) dan kekurangan Kalium (K) masih terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kami telah melakukan penelitian tentang pola diet orang Indonesia yang berhubungan dengan tingginya asupan Na dan rendahnya asupan K. Selain itu, kami juga meneliti perbedaan pola diet kalangan muda dan kalangan yang lebih tua di Indonesia.
Di Indonesia telah ditunjukkan bahwa lebih dari 80% penduduknya terestimasi mengkonsumsi Na lebih dari rekomendasi WHO dan belum ada yang mencapai standar minimum konsumsi K sesuai rekomendasi WHO (Sari et al. 2021). Tingginya konsumsi Na dan rendahnya konsumsi K berdampak pada kelenturan pembuluh darah sehingga meningkatkan probabilitas stroke dan penyakit jantung. Untuk memahami sumber Na dan K yang ada di diet orang Indonesia, maka kami melakukan penelitian terkait pola diet dan asupan Na dan K melalui ekskresi urin.
Makanan tinggi Na telah diketahui tinggi pada beberapa jenis makanan seperti daging olahan, hasil laut, dan juga produk hasil industri lainnya. Namun, seseorang tidak mengonsumsi jenis makanan tersebut secara tunggal. Makanan dikonsumsi dalam bentuk olahan menu makanan tertentu (sayur lodeh, rendang, ayam opor). Pengaruh makanan yang digabung akan berbeda tergantung interaksi antar makanan yang dikonsumsi sesuai dengan komponen dan kharateristik makanan. Oleh karena itu, meneliti dalam bentuk pola diet akan lebih bermanfaat untuk individu.
Kami mengumpulkan makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi indivudu dengan kuesioner diet khusus. Selain itu kami juga mengumpulkan total urin 24 jam individu selama 2 hari. Total 479 orang mengumpulkan data urine, sehingga kami menganalisis kadar kreatinin urine, level Na dan K yang terekstrasi dari urine, dan level rasio Na dan K urine. Untuk pola diet kami menganisis dengan analisis khusus yaitu faktor analisis sehingga kami menemukan 4 pola diet dari masing-masing populasi ini untuk populasi ini.
Secara singkat hasil yang kami temukan adalah untuk pola makan yang kami beri nama Noodle, oil, and salty sea products berhubungan dengan tingginya ekskresi Na pada urin kelompok laki-laki dan perempuan. Sedangkan pola diet Meat, vegetable, and fruit berhubungan dengan tingginya ekskresi K pada kelopok laki-laki namun tidak pada kelompok perempuan. Kemudian untuk pola diet Vegetable, non-oil, and milk pada kelompok laki-laik 楳eat, vegetable, and fruit di kelompok perempuan berhubungan dengan rendahnya Na:K.
Sederhananya untuk menurunkan asupan Na kita bisa menghindari pola diet dari kelopok mie, makanan yang digoreng, dan praoduk hasil laut seperti teri yang diasinkan, ikan asin, atau produk laut tinggi sodium. Sedangkan untuk meningkatkan konsumsi kalium, kita dapat meningkatkan pola diet untuk golongan daging, sayur, dan buah. Hal yang tidak kalah penting adalah menekan perbandingan Na:K kita dengan pola diet sayur, makanan diolah tanpa minyak, susu, buah, dan daging.
Dengan uraian diatas, marilah kita berupaya untuk mengkonsumsi pola diet yang sehat, rendah natrium, tinggi kalium, dan rendah perbandingan natrium dan kalium sehingga kita dapat mengontrol tekanan darah dan juga menghindari resiko penyakit jantung. Penyakit tidak menular di negara Indonesia dapat diturunkan dengan merubah perilaku kesehatan kita.
Penulis: Dianis Wulan Sari, Maiko Noguchi-Watanabe, Satoshi Sasaki, dan Noriko Yamamoto-Mitani. (Sari et al. 2022)
Link lengkap dapat dilihat di
Sari, D. W., Noguchi-Watanabe, M., Sasaki, S., Sahar, J. and Yamamoto-Mitani, N. 2021. Estimation of sodium and potassium intakes assessed by two 24-hour urine collections in a city of Indonesia. British Journal of Nutrition, 125, 1, 112.
Sari, D. W., Noguchi-watanabe, M., Sasaki, S. and Yamamoto-mitani, N. 2022. Dietary Patterns of 479 Indonesian Adults and Their Associations with Sodium and Potassium Intakes Estimated by Two 24-h Urine Collections.





