51动漫

51动漫 Official Website

Guest Lecture FH UNAIR Hadirkan Dr. Siti Hafsyah Idris, Bahas Krisis Plastik Global

Humas FH (16/06/25) | Fakultas Hukum 51动漫 (FH UNAIR) menunjukkan kiprahnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap isu-isu global dengan menyelenggarakan Guest Lecture bertema 淧lastics Pollution Treaty Negotiations: Ways Forward. Dalam kesempatan istimewa ini, FH UNAIR menghadirkan Associate Professor Dr. Siti Hafsyah Idris dari Fakultas Hukum, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Acara yang berlangsung pada Jumat, 13 Juni 2025 ini merupakan bagian dari mata kuliah Hukum Perancangan Perjanjian Internasional. Dalam pemaparannya, Dr. Hafsyah menguraikan bagaimana dunia kini dihadapkan pada ancaman nyata dari polusi plastik yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperburuk krisis iklim global. 淧roduksi plastik saat ini telah mencapai 400 juta metrik ton per tahun, dan diperkirakan akan meningkat hingga 1.000 juta ton pada tahun 2050. Ini bukan hanya masalah limbah, tapi juga isu besar dalam konteks emisi karbon global, tegasnya.

Lebih dari sekadar membahas dampaknya, Dr. Hafsyah juga menjelaskan bagaimana proses perundingan internasional sedang diarahkan untuk membentuk perjanjian yang mengikat secara hukum dan mampu mengatur seluruh siklus hidup plastik, mulai dari ekstraksi bahan baku, produksi, desain, penggunaan, hingga pembuangan. 淧erjanjian ini harus mengatur seluruh siklus hidup plastik, dari ekstraksi hingga pembuangan, ujarnya, sembari menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam kebijakan global yang akan datang.

Tak hanya itu, Dr. Hafsyah juga menyoroti berbagai tantangan politik dan diplomatik yang dihadapi dalam negosiasi tersebut. Salah satunya adalah perdebatan tentang penggunaan istilah seperti 渕elarang dibandingkan dengan 渕enghapus secara bertahap, serta persoalan pembiayaan dan keadilan transisi bagi negara-negara berkembang. 淪ebuah perjanjian yang mengikat secara hukum akan meningkatkan tingkat ambisi dalam kebijakan lingkungan, tambahnya, menggarisbawahi perlunya keberanian negara-negara dalam mengambil keputusan yang progresif.

Baca Juga:

Guest Lecture Program ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa dalam memahami substansi hukum internasional, tetapi juga membangun kesadaran mereka akan urgensi peran hukum dalam menjawab krisis global. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen FH UNAIR dalam membentuk lulusan hukum yang memiliki perspektif luas, tanggap terhadap isu-isu lintas negara, dan siap berkontribusi di kancah internasional.

Dengan terselenggaranya acara ini, FH UNAIR berharap dapat terus mendorong terbangunnya jaringan akademik internasional yang kuat serta membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan keilmuan hukum yang relevan dengan tantangan dunia saat ini.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani

AKSES CEPAT