51动漫

51动漫 Official Website

Dialektika Malam: Patriotisme Sebagai Alat Pemersatu atau Alat Pembungkam?

Dialektika Malam (DILEMA) merupakan ruang diskusi semi-formal yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbicara, mendengarkan, dan bertukar pandangan mengenai isu-isu penting yang berkembang di masyarakat. Diskusi dilakukan secara dua arah antara moderator dan partisipan sesuai dengan isu yang diangkat setiap sesi. DILEMA ini merupakan program kerja lanjutan Kementerian Kajian Isu dan Strategis (KASTRAT) BEM 听UNAIR yang bertujuan membangun budaya berpikir kritis dan membentuk budaya diskusi yang sehat dan konstruktif di kalangan mahasiswa.

Pada Jumat, 23 Mei 2025, Dialektika Malam (DILEMA) sukses diselenggarakan di Taman depan Perpustakaan Kampus B, 51动漫. Sebagai pembuka rangkaian kegiatan yang direncanakan berlangsung setiap bulan, tema yang diangkat kali ini adalah 淧atriotisme: Sebagai Alat Pemersatu atau Alat Pembungkam?. Diskusi berfokus pada konsep fundamental patriotisme, sejarah patriotisme di Indonesia, serta dampaknya dalam kehidupan berbangsa.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan singkat oleh moderator mengenai isu utama yang menjadi fokus diskusi. Dijelaskan bahwa patriotisme adalah ekspresi cinta, kebanggaan, dan loyalitas penuh terhadap negara. Sikap ini sering dianggap sebagai pemersatu bangsa. Namun, pembahasan DILEMA menyoroti sisi lain yakni loyalitas yang berlebihan justru dapat berbahaya apabila disalahartikan, sebab bisa melahirkan pandangan bahwa negara adalah sebuah entitas sempurna yang tidak boleh dikritik.

Sesi kemudian berlanjut ke dialog terbuka, di mana partisipan diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertanya, serta berbagi pengalaman terkait isu tersebut. Dalam diskusi, disinggung pula anggapan bahwa generasi muda kekurangan patriotisme, yang disebut-sebut lahir dari kondisi aktual. Mulai dari berbagai blunder pejabat negara, kebijakan yang merugikan masyarakat, hingga munculnya gerakan #KaburAjaDulu sebagai bentuk sindiran publik terhadap pemerintah.

Selain itu, DILEMA juga menelusuri jejak historis patriotisme di Indonesia sejak Sumpah Pemuda, Proklamasi, hingga masa Orde Baru yang menempatkan patriotisme sebagai doktrin tunggal. Kegiatan dilanjutkan dengan mengajak peserta merefleksikan makna patriotisme. Selanjutnya, moderator menutup kegiatan dengan menyimpulkan bahwa patriotisme pada dasarnya digunakan sebagai alat propaganda untuk mempersatukan masyarakat agar negara tidak terpecah belah.

AKSES CEPAT