Pentas Akhir Tahun 2023 BSO Teater Gapus di Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya. (Foto: Istimewa)
FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) tidak hanya berperan sebagai tempat pendidikan mahasiswa secara akademik, tetapi juga memfasilitasi pengembangan diri mahasiswa di bidang nonakademik. FIB UNAIR memiliki Badan Semi Otonom (BSO) dan komunitas sebagai wadah mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya. Salah satunya yaitu BSO Teater Gardu Puisi (Gapus). BSO Gapus merupakan sebuah ruang bagi mahasiswa yang ingin memperdalam minatnya pada seni teater dan sastra.
Di tahun 2025 ini, BSO Gapus telah memilih pemimpin baru untuk membersamai perjalanan mahasiswa dalam mewadahi minat dan bakatnya. Salsabila Khairun Nadiya seorang mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia resmi menjabat sebagai ketua BSO Gapus 2025. Dalam satu periode ke depan, Nadiya, sapaan akrabnya, memiliki visi menjadikan BSO Gapus sebagai ruang yang mampu mendorong mahasiswa untuk berekspresi dan berkembang di bidang teater dan sastra melalui keikutsertaan di acara-acara terkait.
Tekad Kembangkan BSO Gapus
Untuk mewujudkan visi yang telah Nadiya rencanakan, ia menyusun beberapa program kerja unggulan. Program kerja unggulan pertama yang Nadiya gagas ialah ruang diskusi seni dan sastra. “Dalam keseharian, kami sering berkumpul untuk berdiskusi tentang karya-karya sastra dan teater. Di sini, teman-teman bisa bertukar ide, mengkritisi karya, dan mengeksplorasi berbagai perspektif untuk memperkaya wawasan dan kualitas berkarya,” ujarnya.
Selain diskusi seni dan sastra, Nadiya ingin menggelar workshop teater sebagai sarana edukasi mahasiswa yang tertarik di bidang seni. Mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia itu juga akan menginisiasi skriptorium atau kelas kepenulisan untuk mahasiswa yang ingin belajar di bidang sastra.
Nadiya mengaku pelaksanaan program kerja ini tidak semudah angannya. Untuk itu, Nadiya merancang strategi untuk menunjang kesuksesan program kerjanya. “Untuk menyukseskan program kerja ini, kami menerapkan perencanaan yang matang dengan menyusun jadwal kegiatan terstruktur, serta menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta. Kami juga menjalin kolaborasi dengan alumni yang telah berpengalaman di bidangnya dan meminta mereka menjadi mentor bagi peserta,” jelasnya.

Salsabila Khairun Nadiya selaku Ketua BSO Gapus periode 2025. (Foto: Istimewa)
Hadapi Tantangan Zaman
Semakin meredupnya sastra dan teater di kalangan masyarakat luas menjadi tantangan besar yang akan BSO Gapus lalui. Nadiya mengatakan bahwa kini preferensi masyarakat dalam memilih hiburan kian bergeser. Nadiya dan anggota BSO Gapus lain perlu memutar otak untuk menemukan solusi agar sastra dan teater tetap eksis di kalangan masyarakat.
“Solusinya, kami akan terus menciptakan karya yang berbobot, relevan, dan tetap asyik dinikmati. Dengan konsep yang lebih segar, pendekatan kreatif, dan memanfaatkan media digital, kami yakin bisa menarik minat lebih banyak orang serta membuat Gapus tetap jadi ruang yang hidup di tengah tantangan zaman,” tutur Nadiya.
Pada akhir, Nadiya berharap dalam masa kepemimpinannya nanti ia dapat membangun sistematika BSO Gapus yang lebih jelas dan rapi. Utamanya dalam administrasi, koordinasi tugas, keuangan, dan dokumentasi. “Kami berharap Gapus bisa menjadi organisasi yang lebih terarah, inklusif, dan benar-benar bermanfaat bagi semua anggotanya,” pungkasnya.
Era baru kepemimpinan BSO Gapus berperan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu Quality Education.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Nuri Hermawan




