FIB News – 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menggelar acara akademik penting pada tanggal 27 Agustus 2024. Bertempat di Ruang Chairil Anwar, acara bertajuk “Lokakarya Nusantara dan Tradisi Lokal: Ketahanan Pangan” ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka dari berbagai bidang. Di antaranya adalah Pudentia MPSS dari Asosiasi Tradisi Lisan, Fadly Rahman dari Universitas Padjadjaran, serta M. Bagus Febriyanto dari UIN Sunan Kalijaga.
Dalam salah satu sesi, M. Bagus Febriyanto mengangkat tema “Kesadaran Mandiri Pangan Melalui Susastra: Strategi Pencatatan dan Penyalinan Ulang Pakem Tarugana.” Beliau memaparkan mengenai peran penting naskah kuno dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat pada masa lalu. Salah satu contoh yang diangkat adalah Pakem Tarugana, sebuah teks yang memuat pengetahuan mengenai pertanian, dari teknik pratanam hingga pascapanen, serta tata cara pembuatan alat-alat rumah tangga dari hasil pertanian.
Pakem Tarugana merupakan naskah yang dihasilkan pada masa pemerintahan K.G.P.A.A. Paku Alam V, yang juga menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang berat. Pada masa itu, Kadipaten Pakualaman menghadapi kesulitan ekonomi akibat hutang dari pemerintahan sebelumnya. Namun, dengan inovasi, PA V berhasil membangkitkan ekonomi kadipaten melalui modernisasi pertanian dan bisnis perkebunan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah pengeringan rawa untuk menanam tebu dan nila, yang menjadi komoditas utama di Pakualaman.
Teks Pakem Tarugana sendiri tidak hanya memuat panduan teknis tentang pertanian, tetapi juga dimaksudkan untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam menghadapi krisis ekonomi. Di dalamnya, terdapat berbagai petunjuk, seperti cara menyemai padi, mengelola tanah, serta membuat pupuk organik dari kotoran hewan. Naskah ini juga menjelaskan tentang pengolahan tanaman palawija, musim tanam yang tepat, dan cara mendapatkan nila berkualitas tinggi dari daun kanila.
Melalui lokakarya ini, peserta diajak untuk menggali kembali warisan lokal terkait ketahanan pangan yang telah diabadikan dalam teks-teks kuno. Pemahaman yang lebih dalam tentang naskah seperti Pakem Tarugana diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan pangan di masa kini dan mendatang.
Ketahanan pangan tidak hanya menjadi isu modern, melainkan telah menjadi perhatian penting sejak masa lalu. Orang-orang terdahulu menyadari pentingnya pangan bagi kesejahteraan masyarakat, dan mereka mengabadikan pengetahuan tersebut dalam naskah-naskah yang bisa dipelajari hingga kini.
Kegiatan Lokakarya ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




