Memperingati Hari Orang Miskin Sedunia atau World Day Of The Poor yang dirayakan oleh umat katolik saat 16 November 2025 yang lalu, BSO SKK 51 ingin merayakan momen itu kembali dengan saudara seiman, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Ketua dan Wakil SKK FIB, Lusia Natasya dan Queen Allyscia, mengajak mahasiswa katolik FIB untuk ikut berpartisipasi bersama, dan bekerjasama dengan komunitas Persekutuan Doa John Paul II, Surabaya. Acara akan dilaksanakan di Panti Asuhan Santo Yakobus, yang dinaungi oleh Yayasan Yohanes Aerts, Surabaya, dan berlangsung pada 14 Desember 2025, pada pukul 11.00 – 14.30 WIB.
Kegiatan World Day of The Poor atau Hari Orang Miskin Sedunia pada tahun ini mengangkat tema, Engkau, ya Tuhan, adalah harapanku (Mazmur 71:5). Tahun 2025 juga menjadi Tahun Yubileum, oleh Paus Fransiskus disebut dengan tahun yang penuh harapan. World Day of The Poor 2025 merupakan perayaan ke-9, yang secara khusus mengajak umat Katolik untuk meneguhkan kembali perhatian dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan.
Seluruh mahasiswa katolik FIB yang menjadi panitia WDOTP 2025, dikoordinasikan untuk menjadi volunteer dalam acara tersebut. Dengan bimbingan Bu Ika Puteri sebagai Pembina BSO SKK FIB, saya harap keinginan untuk melanjutkan aktivitas SKK yang sempat vakum di Fakultas ini dapat aktif kembali. Sekaligus tidak hanya menjadi komunitas katolik mahasiswa FIB saja, namun juga menjadi wadah dalam melayani Tuhan dan sesama., tutur Lusia, sebagai ketua pelaksana acara WDOTP 2025.
Keseluruhan acara meliputi, kegiatan ice breaking, sesi edukatif/bermain bersama, dan ditutup dengan sesi penyerahan bantuan donasi, berupa sembako. Tujuan kegiatan ini, bukan membuat para mahasiswa untuk merasa hidupnya lebih beruntung, namun mengajak untuk ikut duduk bersama bahwa dalam perbedaan kondisi, status, atau latar belakang sekalipun, kita harus saling mengasihi selayaknya ajaran Yesus Kristus terhadap sesama.
SKK FIB UNAIR ingin mendorong mahasiswa untuk bangkit kembali dalam semangat pelayanan, solidaritas, dan persaudaraan, serta memperkuat kehadiran SKK sebagai komunitas yang hidup, peduli, dan bermakna. Dengan diadakannya acara ini, kami berharap SKK FIB UNAIR dapat kembali berperan sebagai bagian dari ormawa fakultas yang aktif, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kehidupan rohani dan sosial di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.




