51动漫

51动漫 Official Website

BELAJAR BERSAMA KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA PUSKESWAN BENDO 2025

Pada tanggal 18 September 2025, dilaksanakan kegiatan vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di salah satu desa di Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan terhadap penyebaran PMK yang dapat menyerang ternak sapi dan menyebabkan kerugian besar bagi peternak.

Sebelum vaksinasi dilakukan, warga terlebih dahulu mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diadakan di balai desa setempat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, cara mengenali gejala PMK, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat peternak.

Vaksinasi difokuskan pada sapi milik warga yang telah didata sebelumnya oleh pengurus RT dan RW setempat. Berdasarkan pendataan tersebut, terdapat puluhan ekor sapi yang menjadi sasaran vaksinasi. Tim vaksinator dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan beserta 2 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR datang langsung ke desa untuk melaksanakan injeksi vaksin sesuai jumlah yang telah ditentukan.

Pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias, karena menyadari bahwa langkah ini penting untuk menjaga kesehatan ternak dan menjamin keberlangsungan usaha peternakan. Vaksinasi ini tidak hanya sebagai langkah teknis, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat dalam mengendalikan penyebaran PMK. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ternak sapi di Kabupaten Magetan tetap sehat dan produktif, serta terhindar dari potensi wabah di masa mendatang.

Kegiatan vaksinasi PMK ini memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, langkah pencegahan penyakit hewan berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena kesehatan hewan ternak berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat melalui keamanan pangan dan kesejahteraan peternak. Kedua, upaya menjaga kesehatan sapi perah maupun sapi potong mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, sebab produksi pangan asal hewan dapat terjamin kualitas dan keberlanjutannya.

Selain itu, keterlibatan masyarakat melalui KIE memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan pengetahuan peternak mengenai penyakit menular pada hewan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat dalam program vaksinasi ini juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena keberhasilan pengendalian penyakit tidak dapat dicapai tanpa kerja sama lintas sektor.

Dengan demikian, kegiatan vaksinasi PMK tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan, pangan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di masyarakat pedesaan.

oleh: Novi Aprillia

AKSES CEPAT