Pada hari pertama pelaksanaan BBK, yaitu tanggal 17 September 2025, saya diperkenankan untuk mengikuti agenda rutin yang saat ini sedang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan. Pelaksanaan agenda rutin tersebut berupa program KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) oleh Dokter Hewan yang ditujukan ke seluruh ketua RT yang berada di desa-desa di Magetan. KIE hari pertama dilakukan di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan yang dihadiri oleh 20 Ketua RT setempat yang nantinya akan diberikan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi dan pencegahan penyakit cacing pada hewan ternak.
Kegiatan KIE diawali dengan proses pendataan seluruh populasi sapi yang ada di tiap-tiap RT, dan dilanjutkan dengan pemberian bolus obat cacing dan vitamin sesuai dengan jumlah populasi ternak sapi. Setelah proses pendataan selesai, acara inti dimulai dengan menjelaskan maksud dan tujuan pemberian vitamin beserta obat cacing kepada seluruh ketua RT agar nantinya bisa disampaikan kembali ke seluruh peternak. Selain dokter hewan, kegiatan ini juga diisi oleh dokter hewan dari Kementerian Pertanian Yogyakarta, sehingga diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pencegahan penyakit pada hewan ternak.
Selain itu, kegiatan KIE juga berfokus pada pengenalan program baru Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, yaitu program JUMALI (Jum檃t Mubeng Vaksinasi). Program ini berupa pemberian vaksin PMK gratis setiap hari Jum檃t ke setiap ternak sapi yang dimiliki oleh warga.
Pada hari kedua, yaitu tanggal 18 September 2025, saya mengikuti kegiatan vaksinasi PMK gratis ke salah satu desa yang ada di Magetan. Pemberian vaksinasi gratis dilakukan dari rumah ke rumah yang memiliki ternak sapi sehat dan sedang tidak bunting. Selanjutnya, saya juga diperkenankan untuk mengikuti kegiatan rutin oleh dokter hewan yang bertugas di Puskeswan Bendo. Kegiatan tersebut berupa perlakuan Inseminasi Buatan (IB) dan pengobatan kasus endometritis. Pemberian obat kasus endometritis berupa antibiotik secara intravaginal dan pemberian obat serta vitamin intramuskular.
Pada hari ketiga, 19 September 2025, saya kembali mengikuti kegiatan KIE di Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Magetan. Kegiatan sosialisasi tersebut sama seperti KIE hari pertama, yaitu pengenalan program JUMALI, pentingnya pemberian vaksin PMK, dan pentingnya pemberian vitamin serta obat cacing pada hewan ternak kepada seluruh ketua RT di desa tersebut, yang nantinya akan dijelaskan kembali ke seluruh peternak.
Rangkaian kegiatan BBK ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, vaksinasi PMK, pengobatan endometritis, serta pemberian vitamin dan obat cacing mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena kesehatan ternak berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat melalui produk hewan yang aman dan berkualitas. Kedua, keberhasilan menjaga kesehatan sapi melalui program vaksinasi JUMALI dan Inseminasi Buatan berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan, karena mendukung ketahanan pangan dengan menjamin ketersediaan susu dan daging yang sehat serta meningkatkan produktivitas ternak.
Selain itu, kegiatan KIE yang melibatkan ketua RT dan masyarakat desa menjadi bagian dari SDG 4: Pendidikan Berkualitas, sebab masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pencegahan penyakit hewan dan manajemen kesehatan ternak. Program ini juga merefleksikan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena dilaksanakan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, tenaga kesehatan hewan, mahasiswa, dan masyarakat setempat.
Dengan demikian, kegiatan BBK di Kabupaten Magetan bukan hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dan pemerintah dalam mendukung pencapaian SDGs melalui bidang kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.
oleh: Amelia Febrianita




