Pada hari Rabu, 17 September, program BBK (Belajar Bersama Komunitas) 51动漫 resmi dilaksanakan. Kegiatan ini diadakan di sepuluh kabupaten di Jawa Timur, salah satunya adalah Kabupaten Magetan. Mahasiswa yang ditempatkan di Magetan terbagi dalam beberapa lokasi, termasuk Peternakan Sapi Perah milik Pak Sunaryo yang berlokasi di Desa Jabung, Kecamatan Panekan. Aktivitas BBK di wahana ini berlangsung sejak dini hari sekitar pukul 05.30 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB dan berakhir pada sore hari pukul 17.00 WIB, dengan serangkaian agenda yang sudah dijadwalkan.
Aktivitas pada pagi hari dimulai dengan membersihkan kandang sapi perah yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah penyakit pada ternak. Setelah kandang dibersihkan, kegiatan berlanjut dengan pemberian pakan berupa konsentrat, mineral, dan hijauan. Selanjutnya, dilakukan pemerahan susu. Sebelum pemerahan dimulai, dilakukan teat dipping pada puting sapi terlebih dahulu menggunakan larutan antiseptik iodine. Tindakan tersebut berupaya dalam langkah pencegahan mastitis dan menjaga kualitas susu tetap baik.
Proses pemerahan di peternakan Pak Sunaryo tidak lagi menggunakan teknik sederhana, namun sudah menggunakan teknologi modern berupa mesin perah berbasis sistem vakum. Susu yang telah diperah ditampung di tabung susu (milk can) sebelum dibawa ke tempat penampungan. Sebelum susu dimasukkan ke dalam tangki pendingin, susu tersebut diperiksa kualitasnya melalui serangkaian uji seperti uji organoleptik, uji alkohol, pengukuran berat jenis, dan pemeriksaan suhu. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan susu yang dihasilkan memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan ke perusahaan.
Setelah seluruh pemeriksaan selesai, volume susu dihitung dan kemudian dicatat pada buku rekapan. Setelah volume dicatat, susu dimasukkan ke dalam tangki pendingin agar tetap segar. Aktivitas pagi biasanya selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Selain pemerahan pagi, kegiatan serupa dilakukan pada sore hari pukul 15.30 WIB. Prosesnya sama seperti pada pagi hari, dimulai dari pembersihan kandang, pemberian pakan, dan pemerahan susu. Susu hasil perah kembali diuji kualitasnya, dihitung dan dicatat volumenya, lalu dimasukkan ke dalam tangki pendingin. Seluruh kegiatan pada sore hari berakhir pada pukul 17.00 WIB. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam pengelolaan peternakan sapi perah secara langsung.
Kegiatan BBK di peternakan sapi perah Pak Sunaryo ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, praktik pemerahan higienis, sanitasi kandang, dan pengendalian mastitis berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena menjaga kesehatan hewan sekaligus menjamin produk susu yang aman bagi konsumen. Kedua, manajemen pakan, pemeriksaan kualitas susu, dan penerapan teknologi pemerahan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan produktivitas ternak dan ketersediaan pangan bergizi.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan pengalaman belajar langsung tentang manajemen peternakan modern. Lebih jauh, kolaborasi antara peternak, mahasiswa, dan institusi pendidikan juga merepresentasikan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menunjukkan bahwa keberlanjutan di sektor peternakan hanya dapat dicapai melalui sinergi berbagai pihak.
Dengan demikian, aktivitas BBK tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberi kontribusi nyata pada pencapaian SDGs melalui bidang kesehatan hewan, ketahanan pangan, pendidikan, dan kerja sama lintas sektor.
Oleh: Regina Harlin




