Mahasiswa Profesi Dokter Hewan (PPDH) Gelombang 44 Kelompok 5A melaksanakan
kegiatan pembelajaran lapangan di Artificial Insemination Center dan Teaching Farm selama
periode 30 November hingga 13 Desember 2025. Bertempat di Artificial Insemination Center
Dukuh, Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kegiatan ini
menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan peternakan terpadu.
Berbagai aktivitas yang dijalani tidak hanya mengasah keterampilan teknis dan klinis, tetapi
juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya biosekuriti, kesejahteraan hewan, serta
sinergi kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan melalui pendekatan One Health.
Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk calon dokter hewan yang profesional,
adaptif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan peternakan yang berkelanjutan.
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung oleh drh. Nur Hidayat M.Si.
dan secara tidak langsung oleh drh. Dikky Eka Mandala, M.Si., yang secara aktif
mendampingi dalam setiap proses pembelajaran dan praktik lapangan selaku Wakil Direktur
Artificial Insemination Center dan Direktur Artificial Insemination Center. Kelompok 5A yang
beranggotakan 14 orang mahasiswa secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan
pembelajaran yang mencakup aspek manajemen reproduksi, kesehatan ternak, serta
penerapan teknik inseminasi buatan secara langsung di Artificial Insemination Center.
Rangkaian kegiatan pembelajaran di Artificial Insemination Center dan Teaching Farm
diawali dengan sesi orientasi yang dipandu oleh Ahmad Dwi Kurniawan selaku petugas
penampungan semen. Pada kesempatan ini, mahasiswa mendapatkan gambaran umum
mengenai jadwal kegiatan, materi pembelajaran, serta peran dan tanggung jawab yang
harus dijalani selama praktik. Sepanjang kegiatan, mahasiswa secara aktif mengikuti diskusi
dan evaluasi materi yang dilaksanakan baik secara luring maupun daring di bawah
bimbingan drh. Nur Hidayat, M.Si., yang memberikan penguatan teori sebagai pendukung
praktik lapangan. Selain pembelajaran di kelas dan laboratorium, mahasiswa juga terlibat
langsung dalam berbagai aktivitas lapangan, seperti pengamatan pejantan unggul, proses
penampungan semen, hingga pemeriksaan kualitas sperma di Laboratorium Semen Beku.
Melalui keterlibatan langsung tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam
manajemen reproduksi ternak, pengendalian kesehatan hewan, serta penerapan biosekuriti
dan kesejahteraan hewan secara komprehensif.
Pembelajaran di Teaching Farm tidak hanya berfokus pada penguatan keterampilan teknis,
tetapi juga menanamkan penerapan biosekuriti, kesejahteraan hewan, serta pendekatan
One Health dalam manajemen reproduksi ternak. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 2 melalui dukungan
terhadap ketahanan pangan berbasis peternakan berkelanjutan, SDGs 3 dalam upaya
menjaga kesehatan hewan dan masyarakat, serta SDGs 12 melalui praktik produksi yang
efisien dan bertanggung jawab. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan memiliki
wawasan yang luas, keterampilan yang mumpuni, serta kesiapan untuk berkontribusi nyata
dalam pengembangan bidang reproduksi dan kesehatan hewan di Indonesia.




