51动漫

51动漫 Official Website

Jejak Forensik di Belantara Papua, Bripka Heribertus Raih Pin Emas Kapolri

Di balik seragam cokelat yang ia kenakan, Bripka Heribertus Agustinus B. Tena merepresentasikan wajah Polisi Masa Depan攁parat penegak hukum yang tidak hanya mengandalkan keberanian lapangan, tetapi juga ketajaman analisis berbasis ilmu pengetahuan. Bekal akademiknya sebagai alumnus Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana (SPS) 51动漫 (UNAIR) menjadi fondasi penting dalam setiap penugasan berisiko tinggi yang ia emban.

Dedikasi tersebut berbuah apresiasi nasional. Melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/1748/XI/2025, Bripka Heribertus resmi dianugerahi Pin Emas Kapolri, salah satu penghargaan tertinggi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya dalam Operasi Damai Cartenz 2025 di Kabupaten Yalimo, Papua, yang berhasil melumpuhkan target operasi strategis, Aske Mabel.

Ilmu Forensik di Tengah Operasi Senyap

Sebagai lulusan Magister Ilmu Forensik UNAIR, Heribertus menegaskan bahwa pendekatan scientific crime investigation menjadi kunci utama dalam operasi modern kepolisian.

淒unia kepolisian hari ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi. Di SPS UNAIR, kami dibentuk dalam ekosistem School of Collaborative Leadership. Ilmu forensik bukan sekadar otopsi atau kerja laboratorium, tetapi menyangkut ketelitian membaca data, menganalisis pola, dan mengambil keputusan berbasis bukti, ujarnya.

Dalam operasi di Yalimo, kemampuan analisis tersebut diterapkan secara nyata, mulai dari pemetaan karakter target hingga membaca dinamika medan dan pergerakan kelompok. Menurutnya, almamater mengajarkan satu prinsip utama: keberanian harus selalu berjalan beriringan dengan kecerdasan.

Antara Lencana dan Kepedulian Sosial

Di luar penugasan operasi khusus, Bripka Heribertus dikenal di Polres Manggarai sebagai sosok polisi dengan kepedulian sosial tinggi. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai PS. Kasi Dokkes Polres Manggarai, posisi yang membuatnya bersentuhan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat.

淧angkat dan gelar adalah amanah. Negara tidak hanya hadir saat melakukan penegakan hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan dan pendampingan, tuturnya.

Baginya, polisi yang berdampak adalah polisi yang mampu menegakkan hukum secara tegas, sekaligus membangun kepercayaan publik melalui empati dan pelayanan kemanusiaan.

Menghidupi Semangat School of Collaborative Leadership

Konsep School of Collaborative Leadership yang digaungkan SPS UNAIR menjadi nilai yang terus dihidupi Heribertus dalam setiap penugasan, baik di wilayah Nusa Tenggara Timur maupun daerah konflik seperti Papua.

淜onflik dan persoalan keamanan tidak pernah bisa diselesaikan sendirian. Keberhasilan operasi di Papua adalah hasil kerja tim lintas fungsi. Di UNAIR, kami dilatih untuk memimpin dengan cara merangkul berbagai disiplin ilmu, jelasnya.

Menurutnya, kepemimpinan modern menuntut keunggulan personal yang disertai kemampuan berkolaborasi demi tujuan bersama yang lebih besar: keselamatan masyarakat dan keutuhan bangsa.

Pesan untuk Generasi Penerus

Bagi Bripka Heribertus, Pin Emas Kapolri bukanlah titik akhir, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar.

淧enghargaan ini menjadi bukti bahwa dedikasi yang tulus, jika dibangun di atas ilmu pengetahuan, tidak akan mengkhianati hasil, pesannya.

Ia mengajak generasi muda, khususnya sivitas akademika dan calon aparat penegak hukum, untuk terus mengasah kompetensi intelektual sekaligus menjaga integritas moral.

Kisah Bripka Heribertus menegaskan bahwa lulusan Magister Ilmu Forensik SPS UNAIR mampu berkontribusi nyata di garis terdepan pengabdian negara攎enjadikan ilmu pengetahuan sebagai kompas dalam menjaga keamanan, keadilan, dan kemanusiaan Indonesia.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT