51动漫

51动漫 Official Website

Membasuh Trauma Anak Pascagalodo, Kisah Rizqy Tasnima Fadhilah Relawan UNAIR di Agam

Di balik hiruk-pikuk evakuasi dan distribusi logistik di lokasi bencana, terdapat luka yang tak kasat mata namun membekas lama: trauma psikologis anak-anak. Saat galodo攂anjir bandang khas Minangkabau攄an tanah longsor menerjang Jorong Limo Badak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, anak-anak bukan sekadar korban terdampak. Mereka adalah saksi kecil yang merekam kengerian alam dalam ingatan yang masih rapuh.

Kesadaran inilah yang mendorong Tim Tanggap Darurat Bencana 51动漫 (UNAIR) memberi perhatian khusus pada pemulihan psikososial anak. Di tengah ancaman longsor susulan dan curah hujan yang masih tinggi, relawan dari Magister Manajemen Bencana (MMB) Sekolah Pascasarjana UNAIR hadir memberikan psychological first aid secara humanis dan terukur.

Salah satu figur kunci dalam pendampingan ini adalah Rizqy Tasnima Fadhilah, alumnus MMB UNAIR yang akrab disapa Dhila. Bersama Ni Kadek Briggita Brillianti, ia turun langsung sebagai fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), menjadi 渒akak bagi anak-anak yang kehilangan rasa aman.

Anak-Anak sebagai Saksi Bencana

Dhila menggambarkan kondisi psikologis anak-anak yang ditemui tim di Jorong Limo Badak sebagai situasi yang mengkhawatirkan.

淪ebagian besar anak masih usia TK dan SD. Mereka sangat terbuka bercerita, tetapi isi ceritanya berat. Banyak yang menyaksikan langsung air bah dan longsor menghantam rumah mereka. Ini pengalaman pertama yang sangat traumatis, karena di usia sedini itu mereka dihadapkan pada situasi yang bahkan orang dewasa sulit mengendalikannya, ungkapnya.

Trauma tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk tangisan. Sebagian anak justru terlihat diam, mudah terkejut, dan enggan berpisah dari orang dewasa攖anda-tanda psikologis yang memerlukan pendekatan khusus.

Pendekatan Aman Tanpa Memicu Trauma

Dalam pendampingan, Tim MMB UNAIR menerapkan prinsip kehati-hatian tinggi agar interaksi tidak justru memunculkan kembali memori traumatis.

淐urah hujan masih tinggi dan longsor susulan sering terjadi. Kami sengaja menghindari edukasi kebencanaan yang terlalu teknis atau detail tentang banjir dan longsor, karena itu bisa menjadi trigger, jelas Dhila.

Sebagai gantinya, tim menggunakan pendekatan edukasi interaktif berbasis permainan, aktivitas kreatif, dan komunikasi empatik. Tujuannya sederhana namun krusial: mengembalikan rasa aman terlebih dahulu sebelum masuk pada tahap pemulihan yang lebih mendalam.

淜ami ingin anak-anak kembali merasa bahwa mereka berada di lingkungan yang aman dan penuh dukungan, tambahnya.

Pentingnya Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah

Pengalaman di lapangan memperkuat keyakinan Dhila bahwa edukasi kebencanaan sejak dini adalah kebutuhan mendesak.

淚ni pekerjaan rumah besar. Edukasi mitigasi seharusnya masuk ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis. Banyak sekolah belum menjadikannya prioritas, padahal kita hidup di wilayah yang sangat rawan bencana, tegasnya.

Menurutnya, implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi kunci untuk membangun ketahanan anak sejak usia dini.

淛ika anak-anak sudah dibekali pengetahuan mitigasi, mereka setidaknya tahu langkah pertama yang harus dilakukan saat sirine berbunyi atau tanah bergetar. Pemahaman itu bisa mengurangi kepanikan dan meningkatkan peluang keselamatan, ujarnya.

Kontribusi Akademik untuk Pemulihan Nyata

Bagi UNAIR, aksi kemanusiaan ini bukan sekadar respons darurat, tetapi bagian dari kontribusi akademik berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

淜egiatan ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Membangun komunitas tangguh harus dimulai dari manusianya, terutama anak-anak, jelas Dhila.

Pendampingan psikososial yang dilakukan Tim Tanggap Darurat Bencana UNAIR menjadi bukti bahwa peran akademisi tidak berhenti pada analisis risiko dan manajemen logistik. Di pelataran galodo yang masih basah oleh lumpur, UNAIR hadir membasuh trauma攎enguatkan kembali harapan anak-anak agar mampu tumbuh sebagai generasi yang lebih tangguh menghadapi masa depan.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT