NERS NEWS – Mahasiswa Kelompok 5 Kelas A4 Angkatan 2022 51动漫 mengadakan Project-Based Learning dengan membuat konten edukasi. Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Gerontik 2025 dengan Dosen Fasilitator Ibu Dianis Wulan Sari S.Kep., Ns., MHS., Ph.D selaku dosen pengampu. Adapun anggota kelompok 5 mata kuliah Keperawatan Gerontik kelas A4 angkatan 2022 antara lain Jannu Mufida, Andini Irdiana Putri, Tri Arsanda Betrisiya, Cantika Fitriani Rachman, Shifa Rizkia Hanifah, Karina Widiasti, dan Savira Ratnadewati N.
Tujuan dengan diadakannya Project-Based Learning adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengkajian Mini Mental State Examination (MMSE) dan Mini Cog dalam mengetahui masalah penurunan kognitif pada lansia. Mini Mental State Examination (MMSE) dan Mini Cog adalah alat skrining sederhana namun efektif yang digunakan untuk menilai fungsi kognitif seseorang. MMSE dan Mini Cog umumnya digunakan oleh tenaga medis untuk mendeteksi gangguan kognitif seperti demensia, alzheimer, atau penurunan daya ingat yang berkaitan dengan usia. Pemeriksaan MMSE mencakup beberapa aspek kemampuan mental, seperti orientasi waktu dan tempat, daya ingat, perhatian, kemampuan berhitung, bahasa, dan kemampuan visual-spasial. Dengan total skor maksimum 30 poin, hasil MMSE dapat memberikan gambaran awal tentang sejauh mana gangguan kognitif yang dialami seseorang lansia. Sedangkan pemeriksaan Mini Cog adalah dengan menggambar jam (clock drawing test). Mini Cog sering digunakan sebagai alternatif atau pelengkap dari MMSE karena lebih singkat dan tidak terlalu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan atau bahasa pasien. Edukasi mengenai MMSE dan Mini Cog penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam mendeteksi penurunan fungsi otak sejak dini agar intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Pemeriksaan ini juga membantu keluarga dan tenaga kesehatan dalam merencanakan perawatan dan dukungan yang sesuai bagi pasien lansia dengan gangguan kognitif.
Selain itu, di dalam konten tersebut juga berisi edukasi terkait pentingnya pengkajian TUGT. Timed Up and Go Test (TUGT) adalah salah satu alat penilaian sederhana yang digunakan untuk mengevaluasi mobilitas, keseimbangan, dan risiko jatuh, terutama pada lansia. Tes ini dilakukan dengan meminta individu untuk bangun dari kursi, berjalan sejauh tiga meter, berbalik, kembali ke kursi, dan duduk kembali, sambil mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Edukasi mengenai TUGT penting karena risiko jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera serius pada usia lanjut. Melalui pemahaman dan penerapan TUGT secara rutin, tenaga kesehatan dan keluarga dapat menilai kondisi fisik serta kemampuan fungsional seseorang secara objektif. Deteksi dini terhadap penurunan mobilitas melalui TUGT memungkinkan intervensi cepat, seperti penggunaan alat bantu jalan yang bertujuan untuk mencegah jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup pengertian, tujuan, manfaat dan pentingnya melakukan pengkajian MMSE, Mini Cog, dan TUGT. Interpretasi hasil hari pengkajian tersebut adalah untuk menilai kualitas hidup dan kemandirian pada lansia. Video ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada keluarga atau pengasuh agar bisa melakukan pengkajian secara mandiri dirumah secara tepat.
Penulis : Jannu Mufida
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)




