51动漫

51动漫 Official Website

Upaya Aman dalam Penggunanan Obat selama Bencana Alam

FKM NEWS – Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga rentan terhadap bencana alam. Kondisi geografis Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pertolongan bagi korban bencana. Upaya-upaya penanggulangan bencana telah menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk terkait penyediaan obat dalam situasi bencana. Dilansir dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2011, pengelolaan obat pada penanggulangan bencana perlu memperhatikan kebutuhan supaya dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut juga terlampir dalam salah satu indikator pada Sustainable Development Goals, tepatnya pada target kesatu dan indikator 1.5.1. Indikator pada SDGs tersebut menyinggung pembentukan ketahanan masyarakat terhadap kejadian ekstrim seperti bencana, termask ketahanan masyarakat dalam ketersediaan obat.

Berdasarkan issue tersebut, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, UNAIR mengundang Dr Vetriselvan Subramanyan, PhD. FMSA dari Monash University Malaysia untuk menjadi narasumber pada seminar internasional. Seminar tersebut bertajuk Risk Management and Disaster Mitigation in the Workplace yang dilakukan pada Rabu, 6 September 2023 secara daring.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Vetri menjelaskan bahwa salah satu bentuk kesiapsiagaan terhadap bencana adalah dengan pengelolaan ketersediaan dan cara penyimpanan obat secara mandiri. Masyarakat dengan kebutuhan akan konsumsi obat hendaknya menyimpan daftar obat yang terbaru, termasuk dosis dan penggunaan yang diindikasikan. Dr. Vetri juga memberkan tips terkait kesiapan ketersediaan obat sebelum terjadi bencana, yaitu menempatkan botol atau kemasan obat dalam wadah kedap air (seperti wadah plastik dengan tutup) jika ada kemungkinan banjir atau kerusakan akibat air lainnya.

Selain terkait kesiapsiagaan bencana, Dr. Vetri juga menyampaikan aspek-aspek yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat setelah terjadi bencana alam. Penyedia layanan kesehatan dalam penanggulangan bencana perlu meningkatkan fokus pada penyaringan pesanan, persiapan, dan pemilihan obat. Oleh karena itu, apoteker perlu dimasukkan senagai anggota tim perawatan korban.

Penulis: Shinta Arta Mulia, S.KM., M.KKK., M.GPH

AKSES CEPAT