Sistem perlekatan yang optimal bahan tumpatan gigi resin komposit diperlukan dalam membuat tumpatan gigi, sehingga hanya membutuhkan pembuangan jaringan gigi yang minimal tanpa menghilangkan banyak jaringan sehat. Tujuan dari prosedur adesif adalah untuk mendapatkan kerapatan hubungan antara dentin dan bahan adesifyang kuat dan stabil dalam jangka waktu yang lama, memberikan perlekatan yang optimum bahan tumpatan gigi, memiliki kerapatan tepi tumpatan yang baik dan tahan lama. Bahan adhesif resin pada dentin hybrid layer memiliki kekuatan ikatan yang tinggi segera setelah aplikasi, tetapi mengalami penurunan sebanyak 50-60% setelah 1-2 tahun. Untuk meningkatkan perlekatan resin-dentin, diperlukan bahan yang dapat menghambat kerja Matrix metalloproteinase (MMP) dan mencegah retensi molekul air sehingga meningkatkan integritas kolagen, mencegah degradasi resin, dan memperkuat formasi hybrid layer.
Epigallocatechin-3-gallate (EGCG)
Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) merupakan salah satu katekin dengan prosentase terbanyak pada ekstrak teh hijau (49%), memiliki kemampuan antioksidan yang paling poten dan secara kimia memiliki aktivitas biologis yang paling kuat. Di bidang konservasi gigi, saat ini EGCG dikembangkan sebagai material adjuvant, sebagai material pengganti pada berbagai prosedur perawatan gigi, salah satunya pada sistem adesif. Pemberian larutan EGCG dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanis sistem adesif karena EGCG memiliki affinitas tinggi terhadap ion metal yang dapat menghambat kerja enzim (MMP) melalui proses pengkelat serta meningkatkan integritas dan stabilitas kolagen sehingga dapat meningkatkan kekuatan adesi hybrid layer. EGCG juga berperan sebagai antioksidan melalui proses pengkelat ion logam yang merupakan reaksi keseimbangan antara ion logam dengan agen pengikat dengan terbentuknya lebih dari satu ikatan antara logam tersebut dengan molekul agen pengikat dan menyebabkan terbentuknya struktur cincin yang mengelilingi logam tersebut.
Efek EGCG terhadap sifat mekanis dentin
Salah satu inhibitor alami MMP adalah EGCG karena senyawa ini memiliki afinitas yang tinggi terhadap ion metalik bebas melalui proses kelasi. MMP merupakan enzim endopeptidase yang memiliki struktur ion zinc dan kalsium. EGCG sebagai bahan kelasi akan mengikat ion Zinc2+ sehingga MMP yang mengalami perubahan struktur menjadi inaktif. EGCG menunjukan bond strength tertinggi yang kemungkinan disebabkan karena efek antioksidan EGCG yang terus dikeluarkan untuk melawan efek radikal bebas yang muncul dan menjaga struktur peptide kolagen.
Pada proses adesif, pada fase hidrofilik ini akan meningkatkan penyerapan air oleh resin sehingga terjadi difusi air pada fibril kolagen, hal ini menyebabkan terjadinya proses hidrolisis yang menyebabkan luruhnya monomer resin pada hybrid layer. Sebagai bahan kelasi, EGCG mampu menggantikan molekul air pada rantai ikatan kolagen dengan cara berikatan hidrogen dengan rantai peptida kolagen yang dapat menurunkan interaksi kolagen dengan air sehingga kolagen menjadi lebih hidrofobik. Dengan demikian monomer dapat melakukan infiltrasi kedalam kolagen fibril dengan lebih baik dan mencegah absorbsi air sehingga dapat meningkatkan ikatan monomer-dentin sehingga meningkatkan perlekatan bahan tumpatan resin komposit.
Pada review artikel ini menggunakan PICOS framework dalam mencari jurnal yang akan di telaah. Dalam pencarian jurnal menggunakan kata kunci And, Or Not or And Not yang dipakai untuk lebih detail dalam pencairan jurnal dan dapat mempermudah pencarian jurnal yang diinginkan. Data sekunder merupakan data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini, dengan mengambil dari publikasi penelitian terdahulu. Kriteria inklusi adalah jurnal nasional dan internasional dari database, marker analisis, terdapat kelompok pembanding, memiliki pengaruh, penelitian analitik eksperimental, jurnal yang terbit pada tahun 2012-2020 dengan menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pencarian studi melalui database Scopus, Pubmed, Crossreff, Google Scholar, Portal Garuda dengan menggunakan kata kunci : TITLE-ABS-KEY ( EGCG And dentin And collagen And cross link And chelating And agent And biomodification And MMP And inhibitor And adhesive Or bonding), didapatkan 14 artikel penelitian yang termasuk dalam kriteria inklusi.
Berdasarkan pencarian tersebut diperoleh bahwa untuk mengetahui derajat perlekatan antara bahan adesif dan dentin menggunakan uji kekuatan tarik karena dapat memproyeksikan kekuatan adesi bahan adesif dengan maksimal, menggunakan mesin uji daya tarik universal dengan kecepatan 0,5-1mm/menit. Didapatkan bahwa pengulasan larutan EGCG pada dentin sebelum aplikasi bonding menunjukkan peningkatan kekuatan tarik dan memberikan efek positif terhadap morfologi fibril kolagen, menghambat aktivasi MMPs, menurunkan sifat hidrofilik, dan nanoleakage hybrid layer pada kolagen dentin.
Penulis : Kun Ismiyatin, Setyabudi Goenharto, Windi Irsya, Paramita Tanjung Sari, Olivia Vivian Widjaja, Ria Puspita Sari.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Kun Ismiyatin, Setyabudi Goenharto, Windi Irsya, Paramita Tanjung Sari, Olivia Vivian Widjaja, Ria Puspita Sari (2022): Potential of Epigallocatechin-3-gallate as Chelating Agent against Matrix Metalloproteinase Expression and as Cross-Linking Agent Towards Hybrid Layer in Dentin Collagen: A Review. Mal J Med Health Sci 18(SUPP6):71-77, April 2022.
(eISSN 2636-9346)





