51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Tembakau Tahan Cekaman Genangan Air

Ilustrasi tembakau (Foto: Halodoc)
Ilustrasi tembakau (Foto: Halodoc)

Tanaman tembakau merupakan komoditas pertanian yang telah lama dikembangkan dan dibudidayakan di Indonesia. Indonesia merupakan satu di antara 10 negara penyuplai tembakau terbesar, dengan memberikan kontribusi sekitar 145.000 ton atau 2,3 % kebutuhan tembakau dunia. Daun tembakau merupakan bahan baku utama pembuatan rokok. Kandungan nikotin tembakau yang tinggi, memungkinkan pestisida tembakau digunakan sebagai bahan baku dalam pertanian. Selain meningkatkan pendapatan petani, tembakau juga memberikan kontribusi berupa pajak penghasilan negara. Penerimaan cukai hasil tembakau terbesar dalam APBN, yaitu sebesar 96,2% dengan target cukai hasil tembakau pendapatan tahun 2015 sebesar 120,5 triliun rupiah.

Untuk mewujudkan target penerimaan cukai pemerintah, diperlukan produktivitas tembakau yang tinggi. Data Nurhidayati et al. (2017) menunjukkan penurunan produktivitas tembakau dari 720 kg/ha menjadi 697 kg/ha dari tahun 2008 sampai 2010. Salah satu penyebabnya adalah penurunan produktivitas tembakau karena genangan air. Iklim yang tidak menentu menyebabkan petani sulit diprediksi datangnya musim hujan. Di sisi lain tanaman tembakau ditanam pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan tembakau pertanian terutama di daerah dataran rendah terancam gagal panen akibat banjir. Berbagai penelitian terkait menunjukkan bahwa tanaman tembakau di bawah cekaman genangan air menunjukkan penurunan jumlah protein daun, dan kandungan hormon ABA lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Peningkatan produksi hormon etilen pada daun pada tekanan genangan air juga meningkat. Peningkatan etilen memicu penuaan sel, jaringan dan organ.

Genangan atau banjir termasuk cekaman lingkungan abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman seperti tambakau. Besarnya penurunan laju pertumbuhan tanaman yang tergenang ditentukan oleh tingkat genangan. Cekaman genangan terbagi menjadi beberapa tingkat, yaitu: cekaman genangan yang hanya terjadi pada sistem perakaran , cekaman genangan yang merendam semua akar dan sebagian batang tanaman dan seluruh bagian tanaman terendam air. Cekaman genangan memiliki dampak terhadap organ-organ vegetatif tanaman, seperti terjadinya penurunan luas daun dan hipertrofi batang serta meningkatnya pertumbuhan diameter batang. Cekaman genangan dapat meningkatkan proporsi jaringan parenkim dalam xilem dan floem dari angiospermae maupun gymnospermae dan dampak lebih luas menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman.

Masalah utama yang terjadi pada cekaman genangan air tanah adalah berkurangnya ketersediaan oksigen untuk respirasi tumbuhan. Kekurangan oksigen menyebabkan tumbuhan melakukan modifikasi metabolisme dari aerob menjadi anaerob. Metabolisme anaerobik yang dilakukan oleh tumbuhan dan mikroorganisme Metabolisme anaerobik menghasilkan zat-zat yang sisi beracun. Senyawa beracun seperti etanol dan asam laktat yang terakumulasi di zona akar dapat menyebabkan kerusakan. Sebagai akibatnya, tanaman mengalami kondisi kekurangan air pada organnya. Sehingga memicu berbagai kerusakan di beberapa jaringan tubuh tanaman dan berimbas pada produksi atau panen dari tumbuhan. Selain itu kondisi untuk menginisiasi keluarnya asam absisat pada tumbuhan karena cekaman genangan  menyebabkan penutupan stomata.

Penelitian Nurhidayat et al. (2021) yang mengungkap pengaruh stres genangan air pada tanaman tembakau agronomis. Dimana stres genangan air diterapkan berdasarkan durasi, variasi ketinggian air, dan suhu. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara varietas tembakau dan perlakuan cekaman genangan air mempengaruhi parameter panjang akar, tinggi tanaman, jumlah adventif akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cekaman genangan air menyebabkan penurunan pertumbuhan, adventif pembentukan akar dan aerenkim pada tumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa efek genangan memang sangat signifikan mengarah pada tidak optimalnya pertumbuhan tanaman tembakau.

Penurunan nilai panjang akar pada kondisi cekaman genangan air terkait dengan gangguan proses pembelahan sel dan pemanjangan akar. Energi yang dihasilkan dalam proses glikolisis rendah, sehingga tanaman kekurangan energi untuk pembelahan sel. Produk sampingan metabolisme anaerob seperti asam laktat dan etanol beracun bagi tanaman. Penumpukan asam laktat menyebabkan pH sitosol rendah. pH rendah dan penumpukan etanol di sel merupakan penyebab utama kerusakan akar tanaman, yang berujung pada kerusakan organ tanaman lainnya.

Pertumbuhan tanaman yang tinggi akibat pemanjangan batang sebagai respon terhadap toleransi genangan air. Ini konsisten dengan hasil perhitungan Indeks Sensitivitas yang menunjukkan bahwa 1 varietas Maesan toleran terhadap cekaman genangan air. Kemampuan pemanjangan batang tergantung pada varietas genetik dan dipengaruhi oleh lingkungan atau tingkat perkembangan tanaman sebelum diberi perlakuan cekaman genangan air. Tanaman bernilai tinggi tinggi pada persentase cekaman genangan air di atas 100% kapasitas lapang dibandingkan pada kontrol varietas Kasturi Maesan 1 dan 2 mungkin disebabkan oleh tingkat perkembangan tanaman yang cukup baik sebelum diberi perlakuan cekaman genangan air.

Kondisi musim di Indonesia yang termasuk tropis, sangat banyak berperan dalam mendukung terjadinya genangan di lahan pertanian. Sehingga menyebabkan tanaman pertanian tercekam dengan genangan dan menyebabkan hasil panen tidak optimal, bahkan rugi. Oleh karena itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan varietas tembakau yang dapat teradaptasi dengan baik atau tahan terhadap cekaman genangan air.

Penulis: Hery Purnobasuki

Sumber:

AKSES CEPAT