UMKM di sektor ekonomi kreatif memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, mereka sering menghadapi tantangan operasional yang signifikan. BSP, yang mencakup pengelolaan sumber daya alam, pengurangan limbah, dan tanggung jawab sosial perusahaan, menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, reputasi, dan kinerja keuangan. Dimensi budaya, seperti PwD dan LtO, juga memengaruhi bagaimana BSP diterapkan dan dampaknya terhadap kinerja keuangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei pada 467 UMKM kerajinan keris di Sumenep, Indonesia. Data dianalisis menggunakan model Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Temuan Utama:
- Pengaruh BSP terhadap Kinerja Keuangan:
o BSP memiliki dampak positif signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Ini mencakup pengelolaan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang seimbang untuk mencapai keberlanjutan bisnis. - Moderasi oleh LtO:
o LtO memperkuat hubungan antara BSP dan kinerja keuangan. Budaya yang menekankan orientasi jangka panjang cenderung menghasilkan keputusan strategis yang lebih baik dan berfokus pada keberlanjutan. - Moderasi oleh PwD:
o PwD ditemukan memiliki pengaruh negatif terhadap hubungan antara BSP dan kinerja keuangan. PwD yang tinggi menciptakan hambatan komunikasi dan kolaborasi, mengurangi efektivitas implementasi BSP.
Implikasi Penelitian: - Teoretis:
o Penelitian ini memperluas teori pemangku kepentingan (Instrumental Stakeholder Theory) dan teori institusional (Institutional Theory) dengan menyoroti peran dimensi budaya dalam memoderasi hubungan antara BSP dan kinerja keuangan. - Praktis:
o Hasil ini memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dan pelaku bisnis untuk memperkuat BSP di UMKM, dengan mempertimbangkan pengaruh budaya lokal. - Kebijakan:
o Pemerintah dapat memanfaatkan temuan ini untuk merancang kebijakan yang mendukung BSP, memperkuat regulasi keberlanjutan, dan mendorong adaptasi budaya untuk keberlanjutan.
Praktik keberlanjutan bisnis memiliki dampak signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di sektor ekonomi kreatif. Namun, dimensi budaya seperti LtO dan PwD memoderasi hubungan tersebut secara berbeda. Budaya dengan orientasi jangka panjang memperkuat dampak positif BSP, sementara PwD yang tinggi mengurangi efektivitasnya. Penelitian ini menekankan pentingnya menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam strategi bisnis UMKM untuk mencapai keberlanjutan yang berkelanjutan.
Authors: Mohammad Herli Bambang Tjahjadi Hamidah
Journal terindeks scopus: Intangible Capital
https://www.intangiblecapital.org/index.php/ic/article/view/2456





