UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 51动漫 melaksanakan kegiatan praktik penjernihan air sederhana bagi siswa kelas 2 di SDN 248 Gresik sebagai bagian dari program edukasi lingkungan dan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, dengan sasaran utama siswa sekolah dasar agar sejak dini memahami pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup.
Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada konsep dasar penjernihan air menggunakan alat sederhana yang dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Bahan-bahan tersebut antara lain pasir, kerikil, arang, dan kapas. Mahasiswa BBK 7 menjelaskan fungsi masing-masing bahan, seperti pasir dan kerikil yang berfungsi menyaring kotoran berukuran besar, arang sebagai penyerap bau dan warna, serta kapas untuk menyaring partikel halus. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan praktik langsung. Siswa diajak menyusun alat penjernih air secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa. Melalui metode pembelajaran interaktif ini, siswa terlihat antusias dan aktif bertanya selama kegiatan berlangsung. Pendekatan praktik langsung diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan dan lingkungan sekitar.
Kegiatan praktik penjernihan air ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran kontekstual dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena menekankan pentingnya air bersih bagi kesehatan. Edukasi teknologi sederhana juga berkaitan dengan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) sebagai solusi murah dan mandiri dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, serta mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat pendidikan.
Salah satu guru SDN 248 Gresik menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu siswa dalam memahami materi secara nyata. 淎nak-anak menjadi lebih paham dan antusias karena bisa langsung praktik, bukan hanya mendengarkan penjelasan, ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa 51动漫 berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya air bersih, kesehatan lingkungan, serta mendorong semangat belajar aktif pada siswa sekolah dasar.
Penulis:





