UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar Rapat Pimpinan Triwulan I pada Kamis (29/5/2025). Rapat kali ini cukup spesial karena terselenggara di salah satu kapal latih TNI AL, KRI Bima Suci. Rapat tersebut melibatkan pimpinan universitas, dekan fakultas, direktur sekolah, direktur direktorat, ketua badan, lembaga dan pusat di lingkungan UNAIR. Hadir pula Wakil Rektor II Bidang SDM, Keuangan & Umum Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr Iwan Isnurwanto SH MAP MTr(Han), dan Ketua Bidang Kelembagaan dan Kemitraan IKA UNAIR Laksamana Pertama (Pur) Dr Nora Lelyana drg MH Kes FICD, serta jajaran Ikatan Keluarga Alumni 51动漫.
Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto MTr Opsla, menyambut secara langsung rombongan dari UNAIR. Letkol Sugeng menyampaikan beberapa hal tentang KRI Bima Suci. 淧embuatan kapal ini dilakukan di Spanyol dan memang sangat luar biasa. Menjadi kebanggaan kita, Angkatan Laut Republik Indonesia. Dan sampai saat ini masih menjadi kapal yang terbaik, termewah di Asia, jelas Letkol yang berasal dari Surabaya itu.
Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, menyampaikan terima kasih atas dukungan pihak TNI Angkatan Laut yang telah mengizinkan kegiatan rapat pimpinan untuk dilaksanakan di KRI Bima Suci. 淲ajib bagi kita untuk bersyukur, karena ini adalah kesempatan langka untuk dapat berlayar di kapal yang luar biasa indahnya. Kita berharap dengan rapim di sini, fokus peserta akan lebih baik, ujar Prof Nasih.
Evaluasi Kinerja
Dalam sesi rapat, Prof Nasih menyampaikan refleksi terkait kinerja UNAIR pada triwulan I. 淒i evaluasi tiga bulan pertama tahun 2025 ini, mari coba kita lihat, apa-apa yang perlu menjadi perhatian di langkah-langkah selanjutnya. Mumpung masih cukup waktu untuk melakukan perbaikan dan peningkatan capaian sesuai target kinerja yang telah ditetapkan di tahun 2025, ucap Prof Nasih.
Selanjutnya, Prof Nasih memberikan kesempatan kepada Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan, Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD, untuk menyampaikan beberapa data capaian kinerja fakultas dan sekolah Triwulan I tahun 2025 di lingkungan UNAIR.
淒ari konteks tema program S-M-A-R-T, secara general sebenarnya sudah ada capaian indikator yang melewati target kinerja yang telah ditetapkan. Tetapi masih ada beberapa indikator yang masih jauh dari target, papar Dian.

淜ami ingin menyampaikan, dari sistem yang dibangun oleh Tim Satu Data dan DSI, kami sudah memfasilitasi semua inlet yang masuk dari berbagai unit kerja. Masih terdapat 40% yang masih manual dan masih terus berprogres untuk di-inline-kan dengan Satu Data. Kami juga terus melakukan kalibrasi terkait tarikan data dari Satu Data UNAIR sehingga datanya benar-benar sesuai dan terbaca, lanjutnya.
Evaluasi Fakultas dan Unit Kerja
Di sesi berikutnya, Prof Nasih memberi kesempatan kepada beberapa fakultas dan unit kerja untuk menyampaikan beberapa poin evaluasi triwulan I. Beberapa fakultas di antaranya yaitu , Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi. Sedangkan dari unit kerja, Direktorat Pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Keuangan dan Direktorat Sumber Daya Manusia mendapatkan kesempatan untuk memaparkan capaian dan catatan evaluasinya.

Pada akhir sesi rapat, Guru Besar itu menyampaikan catatan-catatan penting yang perlu menjadi perhatian bagi seluruh jajaran di fakultas. 淭erkait employability yang masih belum terungkap dengan cukup bagus. Yang ada kaitannya dengan relevansi, timeline dan hal lain, impact juga harus dilihat dari bagaimana UNAIR menghasilkan lulusan yang bisa sangat produktif dan kompetitif. Sehingga mampu menjadi penggerak dari pertumbuhan ekonomi. Oleh Karena itu, employability menjadi sangat penting, tutur Prof Nasih.
淒an tidak kalah pentingnya, employment outcome kita juga mengalami pergeseran angka yang signifikan. Tolong ini kita cari solusinya. Kemudian masih berkaitan dengan impact riset yang kita kembangkan, juga tentang sitasi agar ada cara tertentu agar dapat lebih baik lagi. Serta iklim sitasi ini memang harus terbangun, imbuhnya.
Terkait Research Innovation and Community Development, Prof Nasih juga mendorong peningkatan level TRL dari riset-riset peneliti UNAIR. 淩iset-riset dasar itu seharusnya dilakukan oleh dosen-dosen muda saja, harus ada peningkatan. Pengmas kita juga banyak tetapi kita kurang mengemasnya dengan baik. Semoga ada inisiatif strategis yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan ini, katanya. Ke depan, UNAIR harapannya dapat menjadi kampus yang dapat memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat secara lokal, nasional dan global.
Penulis: Andi Pramono
Editor: Yulia Rohmawati





