UNAIR NEWS Friendship from Indonesia to Jeju merupakan program yang digagas International Friendship Society, sebuah organisasi pengembangan kapasitas diri dan masyarakat berskala internasional yang bekerja melalui relawan muda. Program itu bertujuan menciptakan peluang bagi pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam lingkungan dan budaya. Tujuan tersebut diwujudkan melalui kegiatan seputar pengetahuan tradisional, nilai-nilai, dan menghubungkan antar pemuda.
Citi Serfiyani, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universtas Airlangga, menjadi salah seorang mahasiswa yang beruntung. Dia terpilih untuk mengikuti program itu tanpa mengeluarkan biaya alias fully funded. Ada juga Ichwan Firmansyah, mahasiswa FH, dan Siti Amalia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Berbeda dengan Citi yang fully funded, Ichwan dan Amalia menggunakan partial fund.
Berbagai aktivitas digelar selama enam hari di Jeju, mulai Senin (6/8) sampai Sabtu (11/8). Di antaranya, kegiatan volunteering di Jeju Care House, semacam panti jompo dan panti khusus untuk anak disabilitas. Termasuk cultural visit ke beberapa tempat sejarah Korea seperti Jeju National Museum, Stone Park, dan Mogwana, salah satu dinasti di Korea, serta melihat pementasan folklore asli Korea.
滼eju nyatanya sangat berbeda dari Seoul. Di sini, sebagian besar masyarakat banyak yang sudah berumur. Mereka banyak yang bertani, berdagang, dan nelayan, ujar Citi.
漃ada hari pertama, kegiatan kita di Jeju care House membantu membersihkan fasilitas yang ada di sana. Kami juga diajarkan tentang sistem panti di sana, bahwa disabilitas dianggap sama dan penanganan yang amat sangat layak bagi mereka, imbuhnya.
Sementara itu, untuk panti jomponya, tutur Citi, sistem perawatannya one man one nurse. Jadi, perhatian benar-benar diberikan penuh kepada setiap penghuni.
滻ndonesia masih ketinggalan jauh dari segi teknologi, sistem perawatan, dan fasilitas pendukung, sebutnya.
Perlu diketahui, sebelum ketiganya terpilih, beberapa persyaratan dipenuhi seperti mengirimkan curriculum vitae (CV), motivation letter, dan membuat esai tentang intercultural. Setelah itu, peserta yang dinyatakan lolos diseleksi kembali ke tahap selanjutnya melalui tes wawancara via telepon. Kemudian, diambil sepuluh besar peserta yang dinyatakan fully funded. (*)
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





