51动漫

51动漫 Official Website

Resesi Dunia Didepan Mata, Bagaimana Dampaknya pada Pasar Saham Indonesia?

Ilustrasi by Money Kompas

UNAIR NEWS Isu resesi ekonomi semakin hangat diperbincangkan. Tingginya inflasi yang direspon dengan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi di tingkat global, menjadikan ancaman resesi 2023 semakin santer terdengar. Hal tersebut semakin diperjelas imbas adanya  fenomena yang disinyalir menjadi biang kerok, mulai dari krisis pangan, kasus covid-19 yang tak kunjung berhenti hingga perang Rusia dan Ukraina yang belum menemukan titik damai.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 (UNAIR), Made Gitanadya Ayu Ariani SE MSM,  menyebut situasi global  saat ini tentu akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Meskipun tidak sampai membuat negara kolaps, namun setidaknya perlambatan ekonomi pasti akan terjadi.

淜alau kolaps mudah-mudahan tidak, Kalau Perlambatan (ekonomi) iya. Karena bagaimanapun negara kita bagian dari perdagangan global, ucap Made kepada awak media, pada kamis (20/10/2022).

Meski demikian, lanjut Made, perekonomian Indonesia diperkirakan masih dapat bertahan ditengah adanya resesi global 2023. Hal tersebut,sambungnya, terjadi karena beberapa faktor, salah satunya neraca perdagangan Indonesia yang masih positif berkat melonjaknya harga komoditas batubara. Selain itu, ucapnya, kondisi politik Indonesia diperkirakan masih stabil hingga memasuki tahun pemilihan umum (pemilu) 2024.

Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Made Gitanadya Ayu Ariani, SE.,MSM. (Foto: Istimewa)

Reaksi Pasar Saham

Dosen Departemen Manajemen UNAIR itu juga menyebut bahwa resesi global 2023 akan berdampak pada pasar saham. Pasalnya, sebanyak 60 persen investor di Indonesia masih didominasi oleh investor asing. Sehingga ketika terjadi kenaikan suku bunga di luar negeri, sebagian besar investor asing akan  memilih berinvestasi di negara asal.

淲ajar jika negara asalnya meningkatkan suku bunga, mereka (investor asing) akan prifer menarik uangnya ke negaranya sendiri. Sehingga aliran dana asing ke Indonesia menurun, ucap Made.

Meski begitu, lanjut made, dirinya menyarankan kepada para investor untuk tetap tenang menghadapi isu krisis ekonomi 2023. Bahkan, menurutnya, hal ini dapat menjadi momen yang tepat dalam membeli saham.

淪ebenarnya pada saat pasar sedang krisis, kalau kita pegang cash, kita bisa belanja banyak dan nanti  akan menikmati keuntungan saat harganya sudah kembali normal, ujarnya.

Made juga memberikan tips kepada para investor agar tetap memperoleh cuan investasi saham di tengah krisis, salah satunya ialah jangan greedy atau tamak. Ketika sudah mencapai profit yang diinginkan, ucapnya, dapat langsung segera di jual. Karena kondisi perekonomian yang krisis membuat pasar saham juga sangat fluktuatif.

淢isalnya, naik lima persen atau sepuluh persen, jangan greedy. Jangan berharap 榓h paling besok naik lagi, jangan!. Di take profit saja, puaskan dengan profit yang kecil tapi digunakan untuk mencari saham lain yang masih murah harganya, Tegas Made.

Penulis: Haryansyah Setiawan

Editor : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT