51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Review Konjac Glukomanan : Pengembangan Mikrosfer Untuk Sistem Penghantaran Inhalasi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Review ini mengkaji penggunaan mikropartikel atau mikrosfer untuk terapi paru-paru yang ditargetkan, dengan memanfaatkan polimer alami sebagai polimer mikrosfer yang dapat dihirup. Polisakarida yang bersifat aman, dapat terurai secara hayati, biokompatibel, bioadhesif, dan mampu membentuk sistem hidrogel, akan menjadikannya kandidat kuat untuk digunakan dalam sistem penghantaran obat. Penggunaan mikropartikel diharapkan dapat meningkatkan efisiensi terapi yang ditargetkan pada paru-paru, karena dapat mengurangi dosis obat, memberikan onset yang lebih cepat, mengurangi efek samping sistemik, melewati saluran pencernaan, dan meningkatkan penghantaran obat langsung ke area organ yang terinfeksi di paru-paru.

Artikel ini membahas karakteristik fisik mikrosfer dari polimer polisakarida yang berasal dari beberapa jenis bahan polimer. Mikrosfer inhalasi yang optimal adalah partikel bulat, dengan ukuran 1 “ 5 µm, kadar air kurang dari 10%, kemampuan mengalir baik, rendemen tinggi, efisiensi enkapsulasi tinggi, kapasitas pemuatan tinggi, pelepasan berkelanjutan, deposisi paru-paru yang tinggi, potensi penyerapan makrofag dan aktivitas biologis meningkat tinggi. Konjac Glukomanan mengandung gugus mannan yang merangsang interaksi reseptor mannan, yang umumnya ditemukan pada permukaan makrofag, sehingga menjadikannya polimer yang cocok untuk mikrosfer inhalasi bertarget yang ditujukan untuk makrofag alveolar. Namun, glukomanan konjac memiliki berat molekul dan viskositas yang relatif tinggi, bahkan pada konsentrasi rendah. Oleh karena itu, glukomanan ini harus didepolimerisasi terlebih dahulu untuk mengurangi berat molekul dan viskositas, sehingga dapat menghasilkan ukuran partikel yang sesuai untuk mikrosfer inhalasi. Metode hidrolisis glukomanan konjac dapat dilakukan melalui metode degradasi fisikokimia, seperti iradiasi, sonikasi, perlakuan asam, atau kombinasi dari dua atau lebih metode. Hidrolisis enzimatik juga dapat dilakukan menggunakan enzim β-mannase dari Aspergillus niger atau Penicillium funiculosum.

Penulis : Dewi Melani Hariyadi

Informasi detail riset kami dapat diakses pada:

Review of Konjac glucomannan for the development of microspheres for inhalation delivery system

Nailufa Y, Rosita N, Dewi Melani Hariyadi

Tropical Journal of Pharmaceutical Research January 2026; 25 (1): 115-124

ISSN 1596-9827

AKSES CEPAT