Industri daging memiliki peran vital dalam penyediaan protein hewani; namun demikian, sektor ini juga memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi silang yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan pangan. Kontaminasi silang dapat terjadi pada berbagai tahapan rantai produksi, termasuk penyembelihan, pemotongan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi, dengan sumber utama berasal dari hewan yang terinfeksi, peralatan yang terkontaminasi, pekerja, serta lingkungan sekitar. Dampak yang ditimbulkan meliputi peningkatan kejadian penyakit bawaan pangan, kerugian ekonomi yang besar akibat penarikan produk (product recall), serta menurunnya kepercayaan konsumen.Untuk memitigasi bahaya tersebut, sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) diakui secara internasional sebagai pendekatan berbasis ilmiah dan bersifat preventif.
Tinjauan ini membahas prinsip-prinsip dasar HACCP, termasuk identifikasi bahaya, penentuan Titik Kendali Kritis (Critical Control Points/CCP), serta mekanisme pemantauan, verifikasi, dan dokumentasi. Selain itu, artikel ini mengulas penerapan HACCP pada berbagai komoditas daging (sapi, unggas, babi), menyoroti perbedaan implementasi antara negara maju dan berkembang, serta mengkaji faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitasnya, seperti kerangka regulasi, pelatihan pekerja, dan ketersediaan fasilitas produksi.Meskipun masih terdapat tantangan berkelanjutan攕eperti biaya implementasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan rendahnya kesadaran higienitas攌emajuan teknologi, termasuk sensor berbasis Internet of Things (IoT), metode deteksi cepat, dan sistem ketertelusuran berbasis blockchain, menawarkan peluang yang menjanjikan untuk memperkuat sistem HACCP. Integrasi dengan standar lain (ISO 22000, GMP, SOP) serta transformasi menuju industri pengolahan daging yang terdigitalisasi dan cerdas semakin menegaskan peran HACCP sebagai strategi kunci dalam menjamin keamanan pangan dan meningkatkan daya saing global industri daging.
Keywords: Cross-contamination, food Security, HACCP, meat industry, traceability
Penulis: Yulianna Puspitasari
198107122014042001
081231774836
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di:
Kurniawan, M. 楢hdi, Khairullah, A. R. ., Puspitasari, Y., Nifa, F. H., Ahmad, R. Z. ., Pratama, B. P., Tyasningsih, W. ., Kurniasih, D. A. A. ., Raharjo, H. M. ., Moses, I. B. ., Wardhani, B. W. K. ., Prihandani, S. S., Abuzahra, M., Ma檙uf, I. F. ., Yuri, A. J. B. ., & Utomo, D. L. H. . (2026). Cross-contamination risks and hazard analysis and critical control point (HACCP) strategies in the meat industry: A Review. Journal of Advanced Veterinary Research, 16(2), 292-300. Retrieved from https://advetresearch.com/index.php/AVR/article/view/2452





