
Penyakit bakteri pada ikan air tawar masih menjadi tantangan besar dalam sektor akuakultur, terutama infeksi yang disebabkan oleh Aeromonas spp. yang dikenal sebagai agen utama Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Penelitian terbaru yang melibatkan tim internasional, termasuk peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ, menghadirkan solusi inovatif untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi diagnosis patogen ini.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Veterinary Research ini mengembangkan sebuah database khusus berbasis MALDI-TOF MS (Matrix-Assisted Laser Desorption/Ionization Time-of-Flight Mass Spectrometry) untuk identifikasi Aeromonas dari ikan yang sakit.
Selama ini, identifikasi Aeromonas secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala. Metode berbasis karakter fenotipik sering menghasilkan kesalahan karena kemiripan antar spesies, sementara metode molekuler seperti sequencing gen gyrB membutuhkan waktu dan biaya yang relatif tinggi.
Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan custom peptide database (MSP “ Main Spectra Profile) menggunakan beberapa spesies utama Aeromonas, seperti, A. hydrophila, A. veronii, A. jandaei, A. schubertii, A. diversa, A. punctata.
Database ini kemudian diintegrasikan ke dalam sistem MALDI Biotyper untuk meningkatkan kemampuan identifikasi berbasis profil protein bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan performa yang signifikan dalam proses identifikasi bakteri. Penggunaan database standar hanya mampu mengidentifikasi sebesar 89,4% pada tingkat genus, sedangkan setelah diterapkan database khusus yang dikembangkan dalam penelitian ini, akurasi meningkat menjadi 100% pada tingkat genus. Selain itu, kemampuan identifikasi pada tingkat spesies juga mengalami peningkatan yang substansial, sehingga hasil yang diperoleh menjadi jauh lebih andal dan dapat mendukung proses diagnostik secara lebih cepat dan tepat. Selain itu, metode ini terbukti memiliki tingkat repeatability tinggi dan mampu mempercepat proses diagnosis dibandingkan metode konvensional.
Pengembangan database ini memberikan dampak yang signifikan dalam bidang diagnostik penyakit ikan, terutama dengan mempercepat proses identifikasi patogen sehingga diagnosis dapat dilakukan secara lebih cepat. Selain itu, metode ini juga mendukung upaya pengendalian wabah secara lebih efektif karena memungkinkan deteksi dini dan penanganan yang tepat. Keunggulan lainnya adalah mampu mengurangi ketergantungan pada metode molekuler yang cenderung mahal dan memakan waktu, sehingga lebih efisien untuk penggunaan rutin. Lebih jauh lagi, pendekatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan pada identifikasi berbagai patogen lain di bidang veteriner. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pengembangan database lokal yang sesuai dengan strain patogen di masing-masing wilayah untuk meningkatkan akurasi identifikasi.
Keterlibatan peneliti dari 51¶¯Âþ dalam studi ini menunjukkan kontribusi aktif Indonesia dalam pengembangan teknologi diagnostik modern di bidang kesehatan hewan dan akuakultur.
Penggunaan MALDI-TOF MS yang dipadukan dengan database khusus terbukti menjadi metode yang cepat, efisien, dan akurat untuk identifikasi Aeromonas spp.. Inovasi ini membuka peluang besar dalam peningkatan kualitas diagnostik dan manajemen kesehatan ikan di masa depan.
Oleh: Dr. Hartanto Mulyo Raharjo bersama dengan Tim CE FID Chulalongkorn University





