Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian mendadak tertinggi di dunia, termasuk pada wanita dan lebih sering terjadi pada wanita setelah memasuki masa menopause. Jantung dan pembuluh darah memiliki sistem regulasi yang mengatur fungsinya, diantaranya adalah melalui pengaturan sistem saraf autonomik yang terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis. Ketidakseimbangan stimulus sistem saraf autonomik pada jantung dapat menyebabkan terjadi gangguan fungsi jantung serta berkaitan dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung-pembuluh darah dan faktor resikonya, seperti hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2.
Variabilitas denyut jantung merupakan salah satu penanda fungsi sistem saraf autonomik pada jantung yang mudah untuk diukur. Adanya gangguan pada variabilitas denyut jantung merefleksikan adanya adanya gangguan atau ketidakseimbangan sistem saraf autonomik dan berkaitan dengan peningkatan resiko terkena penyakit jantung-pembuluh darah. Wanita post menopause pada umumnya memiliki variabilitas denyut jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita pre-menopause. Selain itu, gejala post menopause pada wanita, misalnya hot flushes juga berkaitan dengan adanya ketidakseimbangan fungsi simpatis dan parasimpatis serta mengindikasikan adanya penurunan fungsi saraf parasimpatis pada wanita dengan gejala post menopause yang lebih berat. Oleh karena itu, pemeriksaan variabilitas denyut jantung pada wanita post-menopause sangat penting dan perlu dilakukan upaya prevensi untuk meningkatkan fungsinya.
Berolahraga sangatlah dianjurkan karena dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Tidak hanya itu, olahraga juga dapat mencegah terjadinya penurunan fungsi jantung pada wanita post menopause dan menurunkan resiko terkena penyakit akibat proses penuaan. Salah satu mekanisme manfaat olahraga terhadap proteksi fungsi jantung adalah melalui pengaturan dari sistem autonomik jantung. Tren olahraga pada lansia saat ini dan direkomendasikan oleh WHO maupun asosiasi kedokteran olahraga di Amerika adalah mengkombinasikan beberapa jenis olahraga dalam satu sesi. Hal ini disebabkan pada wanita yang sudah berusia lanjut tidak hanya memerlukan fungsi jantung yang baik, tetapi juga massa otot yang baik dan kuat, serta kelentukan dan keseimbangan tubuh yang baik. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengamati efektifitas olahraga kombinasi aerobik, penguatan otot, kelentukan, dan keseimbangan terhadap variabilitas denyut jantung pada wanita post menopause.
Penelitian ini mengikutsertakan dua puluh sembilan wanita post-menopause sebagai partisipan dengan syarat sebagai berikut: usia 50-80 tahun, telah mengalami menopause (ditandai dengan tidak menstruasi selama 12 bulan), sehat, tidak memiliki riwayat penyakit stroke, gangguan saraf, riwayat operasi yang baru, gangguan pendengaran maupun penglihatan, hipertensi, dan demensia. Partisipan kemudian dibagi menjadi kelompok yang melakukan olahraga dan tidak melakukan olahraga (kelompok kontrol). Jenis olahraga yang dilakukan adalah olahraga kombinasi yaitu olahraga aerobik, kekuatan otot, kelentukan dan keseimbangan. Salah satu contohnya dapat diakses pada link youtube berikut . Intervensi olahraga dilakukan selama 40-60 menit setiap hari, 5x seminggu dengan total intervensi adalah 2 minggu. Kelompok non-olahraga atau kelompok kontrol diberikan edukasi mengenai pentingnya olahraga untuk kesehatan, namun diminta untuk tidak mengubah gaya hidupnya selama periode intervensi. Pemeriksaan variabilitas denyut jantung dilakukan dengan menggunakan alat Actiheart yang ditempelkan pada dinding dada sebelah kiri pada posisi pada area jantung. Pemeriksaan ini sangat mudah dan memerlukan waktu hanya 5 menit. Selain itu dilakukan pengukuran kebugaran lainnya seperti denyut jantung, tekanan darah, kinerja fisik dan kekuatan otot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga kombinasi selama 2 minggu meningkatkan salah satu parameter dari variabilitas denyut jantung dan meningkatkan kekuatan otot tangan. Namun parameter lainnya seperti denyut jantung, tekanan darah, kapasitas kerja dan kekuatan otot lainnya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga kombinasi selama 2 minggu dapat meningkatkan salah satu parameter variabilitas denyut jantung dan kekuatan otot tangan pada wanita post-menopause. Namun, mengingat keterbatasan waktu dan jumlah partisipan pada penelitian ini, maka masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek jangka Panjang olahraga kombinasi, baik pada wanita post-menopause maupun untuk populasi lansia pada umumnya.
#olahraga #wanita #menopause #olahraga_kombinasi #variabilitas_denyut_jantung #jantung #S2IKESOR
Penulis: dr. Raden Argarini, MKes.,PhD; Rizky Prayuda Putra (Dosen dan mahasiswa di Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Olahraga Fakultas Kedokteran 51¶¯Âþ)
Informasi lebih detail mengenai penelitian kami dapat dilihat pada tautan berikut: https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/article/view/104961
Putra, RP, Mubarok, HA, Fithriyah, NE, Ramadhana, DR, Sari, GM, Yuliawati, TH, & Argarini, R. . (2024). Improved heart rate variability in postmenopausal women following short-term combined exercise training. Retos , 60 , 449“456. https://doi.org/10.47197/retos.v60.104961





