UNAIR NEWS Mahasiswa Magister Manajemen (MM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR angkatan 49, menggelar MM49 Weekday. Acara yang mengusung konsep kajian Ramadhan itu bertajuk “Merajut Nilai Kebhinekaan dengan Kesadaran Intelligent Citizenship.
Berlangsung di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR pada Sabtu (19/5), acara tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi terakhir yang tidak kondusif terkait tragedi peledakan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya. Bom meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.
Imron Najib Erlangga selaku panitia kegiatan mengatakan bahwa pokok pembicaraan pada kajian tersebut mengarah pada 3 poin penting yakni respon terhadap radikalisme dan ekstrimisme dari perpektif akademisi dan agama. Hal itu, bertujuan sebagai wadah untuk membekali mahasiswa dan masyarakat tentang dasar-dasar intelligent sebagai warga negara dalam hidup bermasyarakat.
Selain itu, imbuhnya, momen yang juga bertepatan dengan bulan suci ramadhan tersebut, juga diisi pihak Magister Manajemen UNAIR untuk mengajak anak-anak Panti Asuhan Ibnu Maryam guna menyuarakan Suroboyo Wani melalui aktivitas mewarnai anak.
Acara ini merupakan komitmen dari mahasiswa Magister Manajemen UNAIR dalam mendukung misi Magister Manajemen UNAIR, yaitu mendidik profesional yang memiliki teori dan praktik berkualitas berlandaskan moralitas, ungkapnya.
Selanjutnya, ia juga menambahkan bahwa menurut pandangan pribadinya, Islam sangat menentang radikalisme dan ekstrimisme dalam bentuk apapun. Pasalnya, hal itu akan menimbulkan dampak negatif bagi semua pihak.
Oleh karena itu Islam senantiasa menekankan keseimbangan antara dunia-akhirat, ruh-jasad, pikiran-hati, langit-bumi, papar mahasiswa yang akrab disapa Najib.
Pada akhir, Najib juga mengatakan bahwa untuk membekali diri supaya tidak menjadi radikal dan ekstrim kuncinya ada pada ilmu. Sehingga semakin banyak wawasan dan tabayun tentu menjadikan setiap individu lebih bijak dalam melihat sesuatu secara komprehensif.
Penulis: Tunjung Senja Widuri
Editor: Nuri Hermawan





