Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai. Kondisi sakit akan menyebabkan hampir seluruh aspek kehidupan terganggu. Upaya menjaga dan memulihkan kembali kesehatan tak elak selalu menjadi prioritas. Berkembangnya jenis penyakit harus selalu diikuti perkembangan teknologi kesehatan dan inovasi di bidang kesehatan. Salah satu yang tidak pernah berhenti untuk tumbuh, berkembang, dan memainkan aspek vital dalam dunia kesehatan adalah dunia farmasi. Perkembangan penelitian mengenai penyakit dan juga obat tidak pernah berhenti.
Psoriasis merupakan penyakit yang sangat terkait dan dimediasi sistem imun, atau sering diistilahkan autoimun. Psoriasis menunjukkan manifestasi gejala pada kulit di bagian-bagian tubuh tertentu. Pada dasarnya tubuh kita memproduksi barisan sel-sel kulit baru dari bagian terdalam dari lapisan kulit kita. Seiring dengan hilangnya lapisan kulit teratas karena proses kematian sel kulit, maka lapisan-lapisan baru muncul ke atas menggantikan kulit yang lama. Proses yang sebenarnya berjalan cukup lambat yakni berkisar antara 20-30 hari. Namun pada kondisi psoriasis, proses tumbuh dan naiknya lapisan kulit ini berlipat kali lebih cepat. Proses ini bisa dijalankan dalam hitungan kurang dari seminggu. Hal ini menyebabkan tampilan penyakit psoriasis yang menunjukkan lapisan sel-sel kulit yang belum matang muncul ke permukaan dan menghasilkan bentukan penebalan, tidak rata dan bersisik. Faktor genetik dan pengaruh lingkungan mempengaruhi munculnya penyakit ini. Pada proses munculnya psoriasis, sistem imun teraktifkan dan berinteraksi dengan keratinosit, salah satu jenis sel yang menyusun kulit tubuh kita, dan menyebabkan terjadi pertumbuhan yang berlebih dari keratinosit. Pada perkembangannya terjadi pelepasan mediator-mediator inflamasi yang sangat tinggi dari lesi kulit dan sel imun. Hal ini diikuti dengan serangkaian komplikasi sistemik.
Dalam berbagai kajian, penyebab dan proses bagaimana psoriasis muncul masih terus berkembang dan diteliti sehingga faktor genetik atau keturunan bukanlah penyebab tunggal. Begitupun strategi pengobatan yang direkomendasikan juga masih terus terbuka ruang-ruang penelitian dan pengembangan agar dapat muncul terapi yang lebih efektif dan paripurna. Terapi psoriasis yang hingga kini dikembangkan berfokus untuk menghambat reaktifitas sistem imun, mencegah terjadinya radang dan menurunkan laju pertumbuhan sel-sel kulit. Tapi masih ada keterbatasan terkait apakah obatnya efektif pada kondisi pasien yang berbeda-beda maupun masalah ketika muncul respon yang berbeda-beda pada setiap pasien terhadap terapi. Seperti obat pada umumnya, kelemahan-kelemahan tersebut menjadi celah untuk inovasi penemuan kandidat obat yang baru yang mungkin berpotensi lebih baik dan atau berresiko lebih rendah.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa dapat dikembangkan senyawa baru yang memiliki efek farmakologi ke arah pengobatan psoriasis. Salah satunya penelitian terkini yang meneliti efektifitas senyawa baru yang merupakan turunan dari senyawa benzoxazol. Benzoxazol sendiri adalah senyawa dengan struktur kimia yang banyak dikembangkan dalam dunia farmasi. Turunan atau modifikasi kimia dari benzoxazol telah banyak dilaporkan memiliki khasiat farmakologi yang beragam dan prospektif dalam mengatasi berbagai penyakit. Dalam penelitian tersebut dimunculkan 2 senyawa turunan dari benzoxazol. Nama kimianya cukup panjang namun sebut saja inisial senyawanya CBA dan MCBA. Dua senyawa ini berhasil disintesis dan diujicobakan pada model hewan coba psoriasis. Disebut model karena memang hewan coba dikondisikan dengan diberi perlakuan tertentu sehingga menunjukkan tanda-tanda yang semirip mungkin dengan kondisi psoriasis. Artinya kondisi kulit yang mengalami gejala psoriasis pun menunjukkan tanda-tanda yang serupa dengan kejadian psoriasis pada manusia. CBA dan MCBA diberikan pada hewan coba dengan dioleskan, atau penggunaan topikal. Hasil penelitiannya menunjukkan tanda-tanda psoriasis yang awalnya muncul berhasil diperbaiki. Kemerahan, penebalan kulit dan munculnya sisik serta pengelupasan bisa diatasi dengan pemberian 2 senyawa tersebut. Menariknya lagi, ketika diberikan dengan diminumkan atau secara per oral, efek obatnya sama, yaitu memperbaiki kondisi psoriasis-nya. Artinya efek langsung pada kulitnya bisa ditunjukkan efek obat ketika diserap melalui saluran cerna. Sekaligus menunjukkan obatnya cukup mudah diserap oleh tubuh. Hasil yang baik ini bisa menjadi langkah awal penelitian senyawa-senyawa tersebut untuk diteliti lebih jauh dampaknya pada manusia dan prospeknya sebagai obat komersial yang aman, efektif dan berkualitas.
Penelitian di atas sekaligus menunjukkan bahwa potensi pengembangan senyawa baru untuk pengobatan masih sangat luas dan prospektif. Tidak hanya ditujukan untuk mengatasi penyakit-penyakit baru seperti hal nya ketika kita kebingungan mencari alternatif obat untuk pandemi covid19, tapi juga bisa digunakan untuk mengoptimalkan terapi pada penyakit-penyakit yang sudah lama ada.
Penulis: Chrismawan Ardianto, S.Farm., M.Sc., Apt., Ph.D
Merujuk publikasi ilmiah Chrismawan Ardianto, Fakultas Farmasi 51动漫 dalam artikel Ayoub et al., 2022 berjudul Synthesis and In-Vivo Evaluation of Benzoxazole Derivatives as Promising Anti-Psoriatic Drugs for Clinical Use. Dipublikasikan pada Molecules Vol. 27(9):3023. doi: 10.3390/molecules27093023.





