Bawang dayak (Eleutherine sp) berdasarkan beberapa penelitian mempunyai aktivitas yang bermacam-macam tergantung dari senyawa aktif yang dikandungnya. Senyawa aktif yang terkandung pada bawang dayak antara lain disebabkan tempat tumbuhnya yang berbeda. Adanya perbedaan senyawa aktif pada Eleutherine sp dapat dideteksi dengan analisis GC-MS.
Eleutherine adalah tanaman yang umum ditemukan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur. Suku Dayak Kalimantan Tengah memanfaatkan umbi Eleutherine palmifolia (L) untuk mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, luka, dan maag. Sebuah tinjauan ilmiah mengkonfirmasi penggunaan tanaman Eleutherine dalam penyembuhan luka. Selain itu, komponen senyawa aktif dari spesies Eleutherine menginduksi bioaktivitas antibakteri dan antioksidan yang dapat membantu proses penyembuhan. Pada pemberian secara in vitro dengan konsentrasi 100 mg/mL, Eleutherine bulbosa mempunyai nilai kekuatan penyembuh luka sebesar 23,6 persen dalam sebuah penelitian dari berbagai tanaman obat penyembuh luka yang ditanam di Peru. Penelitian lain dilakukan pada tanaman Eleutherine dari berbagai spesies, khususnya Eleutherine indica yang tumbuh di India dan China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep ekstrak metanol 2,5% topikal mempercepat proses penyembuhan luka kulit secara in vivo dengan merangsang produksi Smad-kolagen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Eleutherine bulbosa menginduksi anti-inflamasi, antioksidan, dan aktivitas antibakteri yang membantu penyembuhan luka. Berdasarkan penelitian aktivitas bawang dayak sebagai antioksidan, Eleutherine americana (Merr) yang berasal dari Kalimantan Selatan memiliki IC50 sebesar 50,42 ppm. Hal ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan.
Selain berfungsi untuk penyembuhan luka, komponen senyawa aktif dari spesies Eleutherine menginduksi bioaktivitas antibakteri dan antioksidan yang dapat membantu proses penyembuhan. Ekstrak Eleutherine americana (Merr) mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 23235 dan ATCC 27664, Streptococcus mutant, dan S. pyogens. Pada dosis 62,5 “ 1000 g/mL pada semua isolat dan 250 g/mL pada ATCC 23235 dan ATCC 27664 juga menekan pertumbuhan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan mendenaturasi sitoplasma dan melarutkan membran, sehingga menyebabkan kebocoran pada dinding sel. Pada skrining fitokimia Eleutherine americana (Merr) ditemukan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, saponin, dan tannin. Eleutherine bulbosa/Eleutherine americana (Merr)/Eleutherine palmifolia berasal dari India dan Indonesia (Kalimantan dan Sulawesi). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yang hasilnya dibandingkan dengan publikasi yang ada, terlihat jelas adanya perbedaan senyawa aktif yang dideteksi dengan analisis GC-MS. Komponen baru tertentu, selain yang sama, ditemukan pada konsentrasi yang berbeda, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tempat tumbuh tanaman yang mempengaruhi jumlah, jenis, dan konsentrasi senyawa aktif dan terdeteksi oleh analisis GC-MS. Kromatografi gas adalah teknik yang digunakan untuk memisahkan senyawa yang mungkin ada dalam sampel. Waktu yang dibutuhkan senyawa tertentu untuk menempuh panjang kolom dikenal sebagai waktu retensi (RT) mewakili karakteristik pengidentifikasi.
Beberapa studi analisis GC-MS dari berbagai spesies Eleutherine telah diterbitkan. Hasil analisis GC-MS ekstrak etanol umbi Eleutherine palmifolia Linn menunjukkan adanya 17 senyawa, termasuk sikloheksana, yang mungkin bertanggung jawab untuk aktivitas antimikroba, sedangkan konsentrasi kecil senyawa lain memiliki efek sinergis yang meningkatkan aktivitas antimikroba sikloheksana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen aktif dalam ekstrak etanol umbi Eleutherine sp yang diperoleh melalui maserasi dengan pelarut etanol 70%. Senyawa kimia dianalisis menggunakan GC-MS, sedangkan spektrum massa senyawa yang ditemukan dalam ekstrak dibandingkan dengan yang ada di perpustakaan National Institute of Standards and Technology (NIST). Skrining fitokimia awal mengungkapkan adanya senyawa bioaktif seperti triterpenoid, steroid, dan tanin. Pengukuran spektral massa mengungkapkan 13 puncak, menunjukkan adanya sejumlah komponen fitokimia aktif termasuk 1H-Indene, 2-butil-5-hexyloctahydro; Benzena, 1,2,3-trimetil; dan Fenol, 2,5-bis (1,1-dimetil etil). Bahan kimia aktif yang ditemukan dalam umbi Eleutherine sp memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi yang mendorong penyembuhan luka. Penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas farmakologi senyawa dalam Eleutherine sp yang sampai saat ini sedang berlangsung diharapkan dapat memastikan bahwa proses penyembuhan luka dapat dipercepat. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang komponen senyawa aktif Eleutherine sp. yang mempromosikan aktivitas biologis untuk membantu penyembuhan luka.
Penulis: Esti Hendradi
Judul Artikel:
Preliminary Phytochemical Screening and GC-MS Analysis of Ethanol Extract of
Bulbs of Eleutherine sp.
Link jurnal:





