51动漫

51动漫 Official Website

Sistem Bi-Phasic Berair Berbasis Cairan Ionik dan Gangguan Sel Ultrasound untuk Pemulihan Protein Dari Spirulina platensis

Ilustrasi spirulina. (Sumber: Alibaba)

Ekstraksi protein yang efisien dari biomassa alga merupakan langkah penting dalam pemanfaatan bio-resources yang berkelanjutan. Namun, metode konvensional sering berjalan lambat dan menimbulkan beban lingkungan. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih efektif untuk memperoleh protein terlarut dari Spirulina platensis dengan mengintegrasikan teknik penghancuran sel yang dioptimalkan dan sistem ekstraksi dua fase berair (ATPE) berbasis ionic liquids (ILs). Proses ultrasonikasi pada frekuensi 24 kHz dengan densitas daya 460, 300, dan 85 W/cm虏 terbukti sebagai metode penghancuran sel paling efektif, menghasilkan pelepasan protein tertinggi. Analisis mikroskop elektron (SEM) menunjukkan kerusakan struktural sel yang signifikan, selaras dengan meningkatnya efisiensi ekstraksi.

Setelah penghancuran sel, ionic liquid hidrofilik 1-n-butil-3-metilimidazolium klorida ([Bmim]Cl) digunakan dalam sistem ATPE dan menunjukkan kinerja pemisahan protein yang lebih baik dibandingkan sistem konvensional PEG/buffer fosfat. Optimasi parameter operasional攖ermasuk pH, rasio padat-cair, dan komposisi fase攍ebih lanjut meningkatkan efisiensi pemisahan. Perbandingan antara IL komersial dan IL hasil sintesis menunjukkan bahwa IL komersial menghasilkan rendemen protein yang sedikit lebih tinggi.

Secara keseluruhan, integrasi metode ultrasonikasi揂TPE揑L ini menawarkan teknik ekstraksi protein yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan, serta memiliki potensi kuat untuk diterapkan secara skala industri dalam proses pengolahan biomassa alga.

Keyword: ekstraksi protein, Spirulina platensis, ionic liquids

Sundarakannan Rajendran, Geetha Palani, Merlyn R. Sujatha, Herri Trilaksana, Nagaraj Meenakshisundaram

AKSES CEPAT