Fournier gangrene (FG) adalah infeksi polimikrobial yang disebabkan oleh necrotizing fasciitis yang melibatkan daerah perineum dan genital. Infeksi ini dapat terjadi tidak hanya pada pria tetapi juga pada wanita dan anak-anak. Prevalensi FG bervariasi antar negara, dengan prevalensi yang lebih tinggi di negara berkembang daripada di negara maju karena kebersihan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah, dan tingkat pendidikan yang rendah. Karena tingkat kematian FG signifikan akibat penyebarannya yang cepat. Tingkat kematian bervariasi dari 20% sampai 40% di seluruh dunia. Kematian dapat dihindari dengan resusitasi yang adekuat, debridemen bedah yang cepat, dan masuk ke perawatan kritis. Perlu dikembangkan sistem skoring yang dapat digunakan sebagai indeks prognostik pasien FG sehingga penanganan agresif dapat dimulai sejak dini.
Beberapa skoring sistem telah dikembangkan untuk memprediksi kematian di rumah sakit pada pasien dengan FG, namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan secara spesifik, manakah skoring system paling akurat dari semua skoring system yang sudah ada. Hal ini menyebabkan Peneliti tertarik membandingkan sistem skoring yang ada untuk memprediksi kematian pada pasien dengan FG.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Soetomo di Surabaya, Indonesia. Rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit rujukan tersier terbesar di Indonesia dan menjadi pusat rujukan Indonesia bagian timur. Populasi penelitian adalah semua pasien yang didiagnosis dengan FG, yang dirawat di rumah sakit antara Januari 2012 dan Desember 2022.
Penulis membandingkan kinerja diagnostik dari 10 skoring system yang sudah ada sebagai prediktor kematian di rumah sakit, yaitu FGSI, UFGSI, SFGSI, NFS, LRINEC, aCCI, SOFA, qSOFA, APACHE II, dan SAS, dengan menggunakan data dari Indonesia. Pada penelitian ini sistem skoring dengan AUC tertinggi adalah FGSI, disusul SOFA dan APACHE II. Dalam hal kinerja diagnostik, FGSI dan SOFA memiliki sensitivitas dan NPV tertinggi, sedangkan APACHE II memiliki spesifisitas dan PPV tertinggi.
Secara teoritis, sistem penilaian diharapkan memiliki sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan PPV yang tinggi, dan AUC mendekati 1,0. Namun, satu sistem penilaian yang memenuhi semua permintaan ini jarang terjadi. Oleh karena itu, bergantung pada kinerja yang diharapkan, sistem penilaian tidak harus sangat sensitif dan spesifik pada saat yang bersamaan. Jika tujuan penggunaannya untuk menyaring kejadian dengan prevalensi rendah, spesifisitas tinggi dan PPV lebih penting. Sebaliknya, sensitivitas dan NPV harus ditekankan jika menemukan kejadian dengan prevalensi tinggi adalah tujuan utamanya. Karena mortalitas di rumah sakit lazim pada pasien dengan FG, modalitas skrining harus memiliki sensitivitas dan NPV yang tinggi. Dengan demikian, hasil kami menunjukkan bahwa FGSI atau SOFA adalah sistem penilaian yang paling cocok untuk memprediksi kematian pasien FG di rumah sakit.
Beberapa penelitian dari berbagai negara telah mencoba memvalidasi kinerja diagnostik FGSI. Sebuah studi dari India melaporkan bahwa dengan menggunakan cutoff yang sama, FGSI memiliki AUROC 0,96 dan sensitivitas 0,917. Studi lain juga menunjukkan temuan serupa. Sebaliknya, studi dari Turki melaporkan bahwa AUROC FGSI dengan cutoff yang sama berada di bawah 0,9 dan kinerja diagnostik UFGSI lebih baik. Ini menunjukkan bahwa wilayah geografis dapat mempengaruhi kinerja diagnostik FGSI. Sementara kinerja diagnostik qSOFA lebih rendah dibandingkan dengan FGSI, SOFA menunjukkan sebaliknya. AUROC, sensitivitas, dan NPV SOFA sebanding dengan FGSI. Hasil yang ditemukan oleh penulis serupa dengan penelitian yang awalnya mengusulkan penggunaan SOFA sebagai sistem penilaian prognostik untuk pasien dengan FG. SOFA sebelumnya telah dilaporkan sebagai prediktor yang baik untuk mortalitas di rumah sakit dalam kondisi yang mengancam jiwa lainnya seperti infeksi, gagal jantung, dan COVID-19. Selain itu, SOFA juga dilaporkan sebagai prediktor yang baik untuk penutupan luka primer pada pasien dengan FG.
Singkatnya, penulis menemukan bahwa FGSI dan SOFA adalah skoring sistem yang bisa digunakan untuk memprediksi kematian di rumah sakit pada pasien dengan FG, seperti yang ditunjukkan oleh AUROC yang tinggi dan sensitivitas serta NPV yang sempurna. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan bahwa semua pasien dengan FG yang dirawat di rumah sakit harus segera dinilai dengan FGSI atau SOFA, sehingga apakah pengobatan agresif harus diberikan atau tidak, dapat diputuskan sedini mungkin. Studi multi-lembaga di masa depan di berbagai negara dan benua diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan penelitian ini.
Penulis: dr. Yufi Aulia Azmi dan dr. Firas Farisi Alkaff
Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37580468/
Azmi YA, Alkaff FF, Renaldo J, Wirjopranoto S, Prasetiyanti R, Soetanto KM, Salamah S, Purba AKR, Postma MJ. Comparison of different scoring systems for predicting in-hospital mortality for patients with Fournier gangrene. World J Urol. 2023 Aug 14. doi: 10.1007/s00345-023-04552-3. Epub ahead of print. PMID: 37580468.





