Industri sapi potong di Indonesia sangat penting bagi ketahanan pangan nasional dan pembangunan ekonomi pedesaan. Menurut Badan Pusat Statistik (Badan Pusat Statistik 2023), Populasi Sapi Potong Nasional mencapai sekitar 11,7 juta kepala, dengan lebih dari90% dikelola oleh petani kecil ( Hilmiati dkk. , 2024). Namun, produksi daging sapi dalam negeri hanya memenuhi sekitar 60%“70% dari konsumsi nasional, sehingga menghasilkan ketergantungan yang berkelanjutan pada impor. Defisit produksi ini melemahkan upaya pemerintah untuk menstabilkan harga, meningkatkan daya saing petani, dan mencapai tujuan daging sapi swasembada pasokan. Pemerintah Indonesia menekankan peningkatan populasi sapi potong melalui inseminasi buatan (AI) untuk meningkatkan populasi ternak. Namun, inisiatif ini menghadapi tantangan karena berkurangnya jumlah sperma kualitas semen setelah kriopreservasi. Meskipun semen kriopreservasi merupakan teknik yang sangat berharga untuk konservasi jangka panjang. penyimpanan, hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas sperma, berpotensi memengaruhi kapasitas pembuahannya. Afsar et al. (2024) melaporkan bahwa spermatozoa mati selama pembekuan relatif tinggi, dengan kerugian berkisar antara 20% hingga 80%. Berbagai strategi telah dieksplorasi untuk mengurangi dampak-dampak tersebut, termasuk dengan menggabungkan antioksidan ke dalam media krioprotektan dan menggunakan krioprotektan alternatif, seperti L-arginine (Paoli dkk. , 2019; Afsar dkk. , 2024). Mengoptimalkan air mani kualitas melalui protokol kriopreservasi yang dioptimalkan tidak hanya meningkatkan tingkat konsepsi tetapi juga mendukung distribusi materi genetik superior yang lebih luas. Ini berkontribusi pada keragaman genetik yang lebih besar dalam kawanan, yang penting bagi populasi ternak untuk meningkatkan ketahanan, kemampuan beradaptasi, dan produktivitas jangka panjang (Leroy dkk. , 2011; Jakop dkk. , 2023). L-arginine berfungsi sebagai antioksidan ekstraseluler, meningkatkan motilitas sperma dan integritas akrosom saat menekan peroksidasi lipid (Afsar et al. , 2024). Selama kriopreservasi, L-arginin, suatu semi-esensial asam amino, melindungi spermatozoa dari oksidatif stres. Asam amino ini meningkatkan produksi oksida nitrat, yang memainkan peran penting dalam menjaga sel metabolisme dan melindungi spermatozoa dari oksidatif kerusakan, sehingga meningkatkan viabilitas semen yang dicairkan (Peña dkk. , 2019; Susilowati dkk. , 2021). Nitrat oksida membantu mengurangi peroksidasi lipid, menstabilkan sperma membran, dan mendukung adenosin trifosfat (ATP) produksi selama pembekuan dan pencairan fase-fase yang penting untuk menjaga sperma motilitas dan viabilitas (O’Flaherty et al. , 2004; Khodaei dkk ., 2016; Badr dkk. , 2020). Menggabungkan L-arginin ke dalam Tris Egg Yolk extender meningkatkan motilitas sperma dan mengurangi akrosom dan membran plasma sperma integritas (Afsar et al. , 2024). Efek perlindungan ini penting untuk menjaga integritas sperma akrosom plasma dan membran, sehingga meningkatkan kualitas sperma sebelum pembekuan (Peña et al. , 2019). Mengoptimalkan extender dengan antioksidan, seperti seperti L-arginine, dapat meningkatkan kualitas secara signifikan semen beku, sehingga meningkatkan efikasi Program AI di Indonesia (Susilowati dkk. , 2021; Baharun dkk. , 2023) Penelitian sebelumnya telah menyelidiki suplementasi L-arginine menjadi Tris-pengembang kuning telur untuk subfertil sperma kerbau. Hegazy dkk. (2021) melaporkan peningkatan sederhana dalam motilitas dan viabilitas menggunakan konsentrasi antara 3 dan 6 mM, sedangkan Badr et al. (2020) dan Abd-Allah dan Eliraqy (2019) menemukan efek bervariasi tergantung pada dosis dan air mani kondisi. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menyelidiki Dosis L-arginin yang optimal pada Simmental Indonesia semen menggunakan pengencer Tris-Egg Yolk. Simmental banteng dipilih karena mereka adalah yang paling banyak jenis sapi yang diternakkan di Indonesia. Mereka dihargai karena tingkat pertumbuhannya yang tinggi, kualitas daging, dan kesesuaiannya untuk program inseminasi buatan (IB). L-arginin meningkatkan motilitas sperma pasca-pencairan, menjaga integritas membran plasma dan akrosom, dan mengurangi peroksidasi lipid. Penelitian ini mengevaluasi efeknya terhadap viabilitas akrosom, integritas, motilitas, dan kinematik parameter pergerakan menggunakan sperma berbantuan komputer analisis (CASA).
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si.





