51动漫

51动漫 Official Website

Strategi Bisnis, Modal Spiritual, dan Kinerja Keberlanjutan Lingkungan: Peran Mediasi Proses Pengelolaan Lingkungan

Ilustrasi oleh Medium

Degradasi lingkungan telah menjadi isu penting selama beberapa dekade terakhir. Perusahaan dituntut untuk menanggapi isu-isu keberlanjutan yang disebabkan oleh proses bisnis mereka. Dekarbonisasi merupakan salah satu strategi utama untuk menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan akibat perubahan iklim. Tak mengherankan bila pemerintah di seluruh dunia menetapkan berbagai peraturan dan standar yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi strategi bisnis ramah lingkungan. Sebagai respons, perusahaan juga berlomba-lomba untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat proses bisnis perusahaan. Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan dalam melakukan aktivitas yang berdampak positif terhadap lingkungan merupakan salah satu keputusan strategis untuk kinerja keberlanjutannya (Yasir et al., 2020)

Modal spiritual berkaitan erat dengan keberlanjutan. Seperti yang dikemukakan oleh Zohar & Marshall (2004), perusahaan yang memiliki modal spiritual akan lebih berkelanjutan. Organisasi dengan kecerdasan moral yang tinggi cenderung memiliki visi berbasis nilai, kepedulian dan kasih sayang global, dan pemikiran jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan organisasi dengan kecerdasan moral yang rendah. Dengan demikian, modal spiritual sangat penting untuk kinerja kelestarian lingkungan.

Kajian ini melanjutkan karya para peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan strategi bisnis, modal spiritual, proses manajemen, dan keberlanjutan. Penelitian ini memiliki kebaruan berikut: (1) merupakan kajian pertama yang menyelidiki pengaruh modal spiritual terhadap kinerja keberlanjutan lingkungan; (2) merupakan kajian pertama yang menyelidiki efek mediasi dari proses pengelolaan lingkungan pada hubungan kinerja keberlanjutan modal-lingkungan spiritual; (3) penelitian ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana meningkatkan kinerja kelestarian lingkungan melalui antesedennya pada setting penelitian UMKM yang masih jarang.

Kajian ini penting bagi UMKM Indonesia karena kurangnya pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip keberlanjutan, khususnya kelestarian lingkungan. Misalnya, 70% dari 12.000 UMKM di Provinsi Jawa Timur telah membuang limbah produksinya ke sungai karena fasilitas pengolahan limbah produksi yang tidak memadai, kurangnya etika bisnis, dan kurangnya kesadaran lingkungan (radarsurabaya.jawapos.com). Kajian ini juga penting untuk keberlanjutan UMKM karena sektor ini menyerap 89% tenaga kerja nasional dan 80% tenaga kerja Jawa Timur (jatim.bps.go.id).

Data kajian berasal dari database Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Metode purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel penelitian dengan kriteria sebagai berikut: (1) UMKM harus memiliki nama dan alamat lengkap; (2) UMKM harus memiliki alamat email yang jelas; (3) UMKM wajib memiliki kontak aplikasi WhatsApp. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 2.556 UMKM manufaktur. Data primer dikumpulkan melalui survei online dan offline. Rendahnya respons kuesioner penelitian menjadi pertimbangan untuk menggunakan sampel jeuuh. Setelah tiga bulan masa pengumpulan data, diperoleh 459 kuesioner, dan 454 kuesioner siap untuk diproses lebih lanjut. Dengan demikian, tingkat respon untuk kuesioner sebesar 23 persen.

Menggunakan PLS SEM untuk menguji hipotesis, hasil kajian menunjukkan: (1) strategi bisnis berpengaruh positif terhadap kinerja kelestarian lingkungan; (2) modal spiritual berpengaruh positif terhadap kinerja kelestarian lingkungan; (3) strategi bisnis berpengaruh positif terhadap proses pengelolaan lingkungan; (4) modal spiritual berpengaruh positif terhadap proses pengelolaan lingkungan; (5) proses pengelolaan lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja kelestarian lingkungan; (6) proses pengelolaan lingkungan sepenuhnya memediasi pengaruh strategi bisnis terhadap kinerja kelestarian lingkungan; (7) proses pengelolaan lingkungan secara parsial memediasi pengaruh modal spiritual terhadap kinerja kelestarian lingkungan.

Secara teoritis, kajian ini memiliki kontribusi sebagai berikut: (1) memberikan bukti empiris perkembangan Resource Based View dengan setting penelitian UMKM; (2) memberikan bukti pentingnya peran strategi bisnis yang berkaitan dengan proses pengelolaan lingkungan dan kinerja kelestarian lingkungan; (3) memberikan bukti pentingnya peran modal spiritual terkait dengan proses pengelolaan lingkungan dan kinerja kelestarian lingkungan. Secara praktis, penelitian ini memiliki kontribusi sebagai berikut: (1) menyediakan kerangka komprehensif untuk praktik pengelolaan UMKM yang lebih baik; (2) menyediakan mekanisme bagaimana meningkatkan kinerja kelestarian lingkungan dengan mengelola antesedennya dengan baik.

Kajian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data sekunder. Peneliti selanjutnya juga didorong untuk menggunakan model yang sama di daerah lain untuk membandingkan hasilnya. Sangat menarik juga untuk mengetahui hasil dari topik penelitian yang sama dengan menggunakan pendekatan penelitian yang berbeda seperti metode eksperimen atau pendekatan kualitatif.

Penulis: Bambang Tjahjadi

Business strategy, spiritual capital, and environmental sustainability performance: the mediating role of management process

AKSES CEPAT