51动漫

51动漫 Official Website

Studi Syrup Mangrove dengan Konsentrasi Gula Berbeda

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem hutan yang unik dan khas di daerah pasang surut, pesisir, dan pantai, serta merupakan sumber daya alam yang sangat potensial. Hutan mangrove memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi namun rentan terhadap kerusakan jika tidak bijak dalam menjaga, melestarikan, dan mengelolanya. Salah satu jenis tanaman yang tumbuh di perairan mangrove adalah Sonneratia caseolaris atau yang dikenal dengan nama pedada. Tumbuhan ini menghasilkan buah, yaitu buah pedada yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Buah pedada (Sonneratia caseolaris) telah banyak diolah untuk dijadikan beberapa produk makanan seperti jenang, dodol, selai, dan sirup.

Rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu jenis tanaman hias luar ruangan dari keluarga kembang sepatu yang memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat digunakan untuk mencegah penyakit. Bunga dan bijinya dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman yang menyehatkan. Tanaman rosella mengandung senyawa kimia antara lain gossypetin, antosianin dan glukosida. Antosianin termasuk dalam senyawa flavonoid. Antosianin berperan sebagai antioksidan dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit degeneratif dengan cara mereduksinya, artinya molekul senyawa ini dapat bereaksi dengan radikal bebas dan menangkalnya. Senyawa antosianin dalam bunga rosella dapat diekstrak dengan menggunakan Teknik maserasi.

Salah satu bentuk olahan yang banyak dijumpai adalah dalam bentuk sirup. Sirup merupakan minuman dalam berupa larutan pekat dengan berbagai macam rasa. Sirup buah merupakan minuman yang terbuat dari bahan baku buah bahan baku buah, dan gula memegang peranan yang sangat besar dalam industri minuman. Gula dapat digunakan sebagai sumber nutrisi, untuk membentuk tekstur dan rasa melalui reaksi pencoklatan. Gula pereduksi adalah gula (karbohidrat) yang mereduksi senyawa penerima elektron, seperti glukosa dan fruktosa. Gula pereduksi adalah gula yang mengandung gugus aldehida atau keton yang sepenuhnya bebas, kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa, maltosa) dimasukkan sebagai gula pereduksi. Bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan sirup termasuk buah sari buah, gula sebagai pemanis, dan bahan penstabil.

Pemanis yang biasa digunakan dalam proses pembuatan sirup adalah jenis gula sukrosa. Gula sukrosa memiliki kandungan kalori yang tinggi yaitu 400 kalori dalam 100 gram bahan sebagai pemanis dan merupakan jenis gula yang diperoleh dari ekstrak batang tebu. Berdasarkan SNI 01-3544-1994, kualitas sirup dengan kriteria pengujian gula total (dihitung sebagai sakarosa) minimal 65%. Pada penelitian ini, penambahan konsentrasi gula yang berbeda dalam pembuatan sirup rosella mangrove perlu dilakukan, karena untuk mengetahui kadar gula total dan tingkat kesukaan terhadap sirup rosella mangrove.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap sirup mangrove rosella pada setiap konsentrasi sukrosa, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan gula pada sirup rosella mangrove dengan konsentrasi gula yang berbeda terhadap kadar sukrosa berkisar antara 65,61% hingga 71,46%. Sedangkan nilai aktivitas antioksidan pada sirup rosella mangrove sirup rosella mangrove dengan berbagai konsentrasi gula berkisar antara 67,65 hingga 79,58. Pada uji viskositas, nilai viskositas tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan dengan komposisi penambahan gula sebanyak 2 kg. Berdasarkan hasil uji tingkat kesukaan Berdasarkan hasil uji tingkat kesukaan, sirup rosella mangrove dengan penambahan konsentrasi gula 1,5 kg memiliki memiliki nilai kenampakan tertinggi yaitu 7,23, aroma 6,57, dan rasa 7,47 pada semua pengujian.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono

Tulisan lengkap pada link:

Sitasi : Ramadhani, S. N., Saputra, E., & Andriyono, S. (2023, December). Study on the preference of rosella mangrove syrup with different concentrations of sucrose. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1273, No. 1, p. 012004). IOP Publishing.

AKSES CEPAT