Diagnosis spektrum plasenta akreta semakin berkembang seiring kemajuan pemeriksaan ultrasonografi, dari tanda dasar dua dimensi seperti lakuna plasenta hingga peningkatan aliran darah yang khas. Kini, penggunaan Doppler warna dan pencitraan tiga dimensi memperkenalkan tanda baru, yaitu rail dan tramline, yang memberikan informasi lebih spesifik tentang invasi plasenta. Meski namanya mirip dan sering membingungkan, kedua tanda ini menunjukkan aspek yang berbeda sehingga penting untuk dipahami secara tepat.

Dalam praktiknya, pemeriksaan ultrasonografi kini tidak hanya melihat bentuk plasenta, tetapi juga pola aliran darah untuk menilai tingkat keparahan spektrum plasenta akreta. Salah satu tanda yang digunakan adalah rail sign, yaitu gambaran dua garis sejajar pada pemeriksaan Doppler warna akibat peningkatan pembuluh darah di area antara plasenta, rahim, dan kandung kemih. Tanda ini menunjukkan adanya pertumbuhan pembuluh darah baru yang menghubungkan area tersebut, sehingga sering dikaitkan dengan invasi plasenta yang lebih dalam dan risiko perdarahan hebat saat persalinan.
Berbeda dengan itu, tramline sign dinilai melalui analisis pencitraan tiga dimensi tanpa menggunakan Doppler warna. Pemeriksaan ini melihat dua lapisan utama, yaitu batas dalam antara plasenta dan otot rahim serta batas luar antara rahim dan kandung kemih. Jika salah satu atau kedua batas ini tampak terputus, hal tersebut menandakan bahwa plasenta telah menembus lebih dalam, bahkan hingga mencapai lapisan luar rahim. Kondisi ini penting dikenali karena berkaitan dengan tindakan operasi yang lebih kompleks, termasuk kemungkinan pengangkatan rahim saat persalinan.
Kedua tanda ini saling melengkapi dalam menilai tingkat keparahan penyakit. Tramline sign sangat sensitif untuk mendeteksi adanya spektrum plasenta akreta, sedangkan rail sign lebih sering muncul pada kasus yang sudah berat. Oleh karena itu, penggunaan keduanya secara bersama dapat membantu tenaga medis menentukan risiko sejak dini dan merencanakan penanganan yang lebih aman bagi ibu.
Sebagai simpulan, pemahaman terhadap batas antara plasenta dan rahim menjadi kunci dalam menilai kedalaman invasi pada spektrum plasenta akreta. Tanda rail dan tramline memberikan gambaran yang saling melengkapi untuk memperkirakan tingkat keparahan, risiko perdarahan, serta kompleksitas tindakan operasi, meskipun tetap ada kemungkinan hasil yang tidak sepenuhnya akurat. Oleh karena itu, penggunaan kombinasi berbagai metode ultrasonografi secara menyeluruh menjadi solusi untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan membantu perencanaan penanganan yang lebih aman bagi ibu.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., Sp.OG Subsp K.FM., PhD
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





