Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Penyakit infeksi adalah salah satu penyakit akibat mikroba pathogen yang berinteraksi dengan tubuh sehingga menimbulkan gejala dan tanda klinis yang membahayakan manusia dan menjadi masalah utama yang sering terjadi pada negara berkembang. Infeksi yang paling sering terjadi adalah akibat bakteri. Tingkat infeksi bakteri bervariasi di berbagai wilayah, dengan beberapa daerah mungkin rentan karena kondisi sanitasi yang kurang memadai. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 mengemukakan bahwa penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak. Infeksi ini telah menewaskan sekitar 3.5 juta jiwa setiap tahun. Infeksi yang sering diderita oleh manusia disebabkan oleh bakteri jenis Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan pewarnaannya, bakteri dibagi menjadi dua kelompok yaitu bakteri Gram positif dan Gram negative.
Nanopartikel emas dikenal juga dengan istilah AuNP. Nanopartikel emas ini disintesis dengan senyawa HAuCl4 dengan menggunakan larutan pereduksi Na-sitrat dan gliseril monostearat sebagai penstabil. Nanopartikel emas (AuNP) telah digunakan dalam berbagai aplikasi seperti kimia, ilmu material, fisika, kedokteran karena karakteristik multifungsinya dalam terapi, deteksi, dan pencitraan karena stabilitas, ketahan oksidasil, dan biokompatibilitasnya bagus. Penelitian telah menunjukkan AuNP dapat digunakan untuk menandai sel induk tertutup, dan sel imun, secara efektif tanpa mengganggu efektivitas terapeutiknya. Nanopartikel emas adalah salah satu produk nanosains yang sedang dikembangkan dan memiliki potensi sebagai katalis, antikanker, antiakteri, biosensor, dan antioksidan. Ekstrak tanaman dapat digunakan untuk menyintesis AuNP dengan kelebihan lebih mudah, murah dan aman. Salah satunya adalah kulit manggis yang mengandung metabolit sekunder seperti seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, polifenol, gula, protein, yang memiliki gugus fungsi yang dapat berperan sebagai bioreduktor ion Au3+ dan menstabilkan nanopartikel emas.
Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang untuk terapi infeksi akan menyebabkan resistensi sehingga lebih sulit dalam pengobatannya. Metode alternatif lain yang dapat digunakan untuk pengobatan infeksi adalah dengan menggunakan Photodynamic Therapy (PDT). PDT merupakan teknik pengobatan dengan memadukan fotosensitiser, cahaya, dan oksigen yang menyebabkan lisis sel akibat inaktivasi protein dan membran. Efektivitas terapi fotodinamik dapat ditingkatkan dengan menggunakan eksogen fotosensitizer nano partikel emas. Pada penelitian ini, terapi yang paling efektif adalah terapi fotodinamik laser biru dengan kombinasi AuNPs 2 mM yang mereduksi 79.61% dan 64.62% pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Terapi laser biru dengan dosis 3.34 J/cm2 mampu mereduksi 85.10% untuk Escherichia coli dan 71.85% Staphylococcus aureus kombinasi AuNPs konsentrasi 2 mM. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi fotodinamik laser biru dengan nano partikel emas efektif untuk inaktivasi bakteri gram negatif.
Penulis : Suryani Dyah Astuti
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





