UNAIR NEWS “ Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR raih gelar Juara II Kompetisi Vetepreneur 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (21/9/2025). Mereka adalah Firzyawan Lystanto Putra, Wildan Abdil Farel, dan Dewi Larasati. Ketiganya tergabung dalam tim LepiCare dan mengusung inovasi berupa aplikasi deteksi leptospirosis.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu gagasan. Tetapi juga, wadah penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi menghadirkan solusi inovatif di bidang kedokteran hewan. Selain itu, lomba tersebut mendorong generasi muda untuk menciptakan bisnis berkelanjutan, sekaligus membawa nama baik fakultas dan universitas di kancah nasional.
Inovasi Aplikasi Deteksi Leptospirosis
Kompetisi yang mengusung tema Sustainable Business: Innovating Veterinary Entrepreneurship: Empowering Youth for Sustainable Animal Health and Business tersebut menjadi ajang mahasiswa untuk melahirkan ide bisnis berkelanjutan di bidang kedokteran hewan.

Dalam kesempatan tersebut, tim LepiCare FKH UNAIR membawa gagasan aplikasi pendeteksi leptospirosis berbasis teknologi. Ide tersebut lahir dari keresahan terhadap tingginya angka kasus leptospirosis di Indonesia serta keterbatasan masyarakat dalam melakukan deteksi dini.
œKeunggulan utama karya kami adalah sifatnya yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Aplikasi ini berfokus pada pencegahan dan deteksi dini. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas, ujar Firzyawan selaku ketua tim.
Strategi dan Kekompakan Tim
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Tim LepiCare menyiapkan strategi sejak awal kompetisi. Mulai dari penyusunan administrasi, pembuatan Business Model Canvas (BMC) pada tahap penyisihan, penulisan proposal bisnis di babak semifinal, hingga presentasi di tahap final.
œDi setiap tahap, kami membagi tugas sesuai keahlian masing-masing anggota. Dengan begitu, semua proses bisa berjalan rapi dan terstruktur, tambah Firzyawan.
Kunci keberhasilan tim, lanjutnya, adalah kekompakan, komunikasi yang baik, serta semangat untuk saling melengkapi. œKami berusaha saling percaya dan menjaga semangat selama proses lomba. Dengan kerja sama yang solid, semua tantangan bisa dilewati bersama, imbuh Firzyawan.
Tips dan Makna Kemenangan
Bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti lomba serupa, tim LepiCare membagikan tips penting. Menurut mereka, kunci utama adalah serius sejak awal tahap lomba. œSaat menyusun BMC, pastikan ide ringkas tapi kuat. Proposal harus didukung data valid dan argumentasi jelas. Dan saat presentasi, tampilkan ide dengan percaya diri serta komunikatif, ungkap Firzyawan.
Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini menjadi pengalaman berharga bagi tim. œPesan kami, jangan takut berinovasi dan mencoba hal baru. Setiap ide sederhana sekalipun bisa menjadi solusi nyata ketika dikembangkan dengan serius, tegasnya. Setelah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, tim LepiCare tidak hanya berhasil meraih prestasi, tetapi juga ingin membagikan pelajaran berharga dari perjalanan mereka
Bagi tim, capaian ini adalah motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Bagi FKH UNAIR, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran hewan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan manusia dan masyarakat luas.
Penulis: Muhammad Afriza Atarizki
Editor: Yulia Rohmawati





