51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Tim FKH Juarai Kompetisi Vetepreneur UGM, Usung Aplikasi Deteksi Leptospirosis

Tiga orang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan di tengah mengenakan almamater berdiri dan berpose, masing-masing membawa gadget
Potret Tim LepiCare FKH UNAIR pada Sesi Presentasi (Foto: Koleksi Pribadi)

UNAIR NEWS “ Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR raih gelar Juara II Kompetisi Vetepreneur 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (21/9/2025). Mereka adalah Firzyawan Lystanto Putra, Wildan Abdil Farel, dan Dewi Larasati. Ketiganya tergabung dalam tim LepiCare dan mengusung inovasi berupa aplikasi deteksi leptospirosis.

Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu gagasan. Tetapi juga, wadah penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi menghadirkan solusi inovatif di bidang kedokteran hewan. Selain itu, lomba tersebut mendorong generasi muda untuk menciptakan bisnis berkelanjutan, sekaligus membawa nama baik fakultas dan universitas di kancah nasional.

Kompetisi yang mengusung tema Sustainable Business: Innovating Veterinary Entrepreneurship: Empowering Youth for Sustainable Animal Health and Business tersebut menjadi ajang mahasiswa untuk melahirkan ide bisnis berkelanjutan di bidang kedokteran hewan.

Tangkapan layar sesi Zoom dengan empat peserta dalam tampilan grid. Latar belakang virtual bertuliskan "Vetepreneur 2025" dengan desain kartun mata besar dan ornamen kuning-biru. Nama dan institusi peserta tercantum, termasuk dari Universitas Ciputra, 51¶¯Âþ, dan UGM. Tampilan antarmuka Zoom terlihat di bagian bawah layar dengan jumlah peserta 106.
Potret Tim LepiCare FKH UNAIR (Foto: Koleksi Pribadi)

Dalam kesempatan tersebut, tim LepiCare FKH UNAIR membawa gagasan aplikasi pendeteksi leptospirosis berbasis teknologi. Ide tersebut lahir dari keresahan terhadap tingginya angka kasus leptospirosis di Indonesia serta keterbatasan masyarakat dalam melakukan deteksi dini.

œKeunggulan utama karya kami adalah sifatnya yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Aplikasi ini berfokus pada pencegahan dan deteksi dini. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas, ujar Firzyawan selaku ketua tim.

Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Tim LepiCare menyiapkan strategi sejak awal kompetisi. Mulai dari penyusunan administrasi, pembuatan Business Model Canvas (BMC) pada tahap penyisihan, penulisan proposal bisnis di babak semifinal, hingga presentasi di tahap final.

œDi setiap tahap, kami membagi tugas sesuai keahlian masing-masing anggota. Dengan begitu, semua proses bisa berjalan rapi dan terstruktur, tambah Firzyawan.

Kunci keberhasilan tim, lanjutnya, adalah kekompakan, komunikasi yang baik, serta semangat untuk saling melengkapi. œKami berusaha saling percaya dan menjaga semangat selama proses lomba. Dengan kerja sama yang solid, semua tantangan bisa dilewati bersama, imbuh Firzyawan.

Bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti lomba serupa, tim LepiCare membagikan tips penting. Menurut mereka, kunci utama adalah serius sejak awal tahap lomba. œSaat menyusun BMC, pastikan ide ringkas tapi kuat. Proposal harus didukung data valid dan argumentasi jelas. Dan saat presentasi, tampilkan ide dengan percaya diri serta komunikatif, ungkap Firzyawan.

Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini menjadi pengalaman berharga bagi tim. œPesan kami, jangan takut berinovasi dan mencoba hal baru. Setiap ide sederhana sekalipun bisa menjadi solusi nyata ketika dikembangkan dengan serius, tegasnya. Setelah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, tim LepiCare tidak hanya berhasil meraih prestasi, tetapi juga ingin membagikan pelajaran berharga dari perjalanan mereka

Bagi tim, capaian ini adalah motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Bagi FKH UNAIR, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran hewan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan manusia dan masyarakat luas.

Penulis: Muhammad Afriza Atarizki

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT