51动漫

51动漫 Official Website

Tim Pengmas FF UNAIR Berikan Pelatihan untuk Kader Posyandu

Tim Pengmas FF UNAIR Berikan Pelatihan untuk Kader Posyandu. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Pengelolaan dan penggunaan obat yang benar di masyarakat merupakan hal yang perlu mendapat perhatian. Tingginya persentase rumah tangga yang menyimpan obat di rumah dan menggunakan obat atas kemauan sendiri meningkatkan resiko terjadinya kesalahan dalam menggunakan obat. Disisi lain, para kader posyandu  dan puskesmas yang didominasi kaum perempuan  merupakan garda terdepan dalam pengelolaan obat di rumah tangga

Hal tersebutlah yang melandasi kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi 51动漫 (FF UNAIR). Dalam kesempatan itu, Tim Dosen FF UNAIR mengangkat tema 淧elatihan Pengelolaan Obat di rumah tangga dan Swamedikasi yang benar bagi ibu Kader Posyandu Puskesmas Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu (24/8) di Kantor Bupati Probolinggo.

淧emahaman tentang pengelolaan obat di rumah tangga serta perilaku pengobatan oleh diri sendiri atau swamedikasi perlu terus ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahan dan penyalahgunaan obat, pungkas salah satu anggota Tim Pengmas, Dr apt Liza Pristianty M.Si MM.

Berikan Edukasi Tentang Obat

Menurutnya, disamping pengelolaan obat di rumah tangga, faktor penting yang  berperan adalah bagaimana kemampuan masyarakat melakukan pengobatan secara mandiri. Tentunya, hal tersebut perlu edukasi yang lebih mendalam, walaupun kebutuhan atas tenaga medis yang lebih professional tetap dibutuhkan.

Dalam kegiatannya, masyarakat diberikan sosialisasi tentang bagaimana memperoleh obat dengan benar, cara menyimpan obat, cara menggunakan obat dan membuang obat, serta mewaspadai efek samping obat dan swamedikasi yang tepat ketika mengalami gejala tertentu. Selain itu, kegiatan dibentuk secara interaktif. Baginya, model sosialisasi dengan belajar dan bermain  dapat memudahkan transfer informasi pengetahuan kepada Peserta.

淒ilanjutkan dengan pelatihan kasus dilakukan secara berkelompok .Setiap kelompok tadi 15 orang dibimbing oleh satu fasilitator. Setiap kelompok diberikan satu paket obat dan kasus sebanyak 20 untuk diselesaikan, jelasnya.

Fokus pada Pelatihan Kasus Riil

Selain Liza, terdapat dosen lainnya yang tergabung dalam pengmas ini, diantaranya Dr Yuni Priyandani SSi SpFRS Apt dan Mufarrihah SSi MSc Apt. Setelahnya, Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu kader posyandu. Hal tersebut ditunjukkan dari peningkatan rata-rata sebesar 15,92 pada pretest menjadi 18,08 posttest. Menurutnya, Edukasi tentang obat dengan metode pelatihan kasus riil terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan peserta.

Harapannya, pelatihan tersebut dapat diikuti dengan perubahan sikap dan tindakan untuk mengelola obat yang baik dan benar di rumah tangga dan masyarakat. Kelak, Langkah kecil yang dilakukan dapat berbuah besar.

淧esan kami kepada masyarakat agar masyarakat lebih peduli tentang obat yang akan dikonsumsi yaitu tau indikasi, kontra indikasi , efek samping, waktu penggunaan seta lama penggunaan obat, tutupnya

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT