Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan Islam sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter, moral, dan kepribadian anak. Pada fase ini, anak berada pada masa emas perkembangan kognitif, emosional, dan sosial, sehingga sangat responsif terhadap penanaman nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kasih sayang, toleransi, dan disiplin. Dalam konteks tersebut, perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai ruang belajar dinamis yang mampu memperkuat literasi, pedagogi, dan pembentukan moral anak. Penelitian ini juga menyoroti masih terbatasnya studi yang secara khusus memetakan kontribusi perpustakaan terhadap pendidikan Islam anak usia dini dari perspektif ilmu perpustakaan dan informasi
Metode dan Hasil Studi
Studi ini menggunakan teknik studi SLR yaitu data sekunder berupa metadata artikel yang diambil dari basis data Scopus pada rentang tahun 2008“2025. Proses pencarian awal menghasilkan 492 dokumen, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria tertentu seperti jenis artikel, bahasa Inggris, dan kelengkapan abstrak, sehingga diperoleh 217 dokumen untuk analisis bibliometrik dan 64 artikel untuk kajian sistematis. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio, dengan fokus pada jumlah sitasi, afiliasi penulis, tren publikasi, serta kemunculan kata kunci dan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi tentang pendidikan Islam anak usia dini berkembang secara global, dengan kontribusi penulis dan institusi dari berbagai negara seperti Mesir, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Tema-tema dominan yang muncul meliputi teacher education and pedagogy, emotional intelligence and social skills, parental involvement and community engagement, serta digital repositories and technology integration.
Simpulan
Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perpustakaan berperan sebagai fasilitator strategis dalam pendidikan Islam anak usia dini, bukan hanya melalui penyediaan koleksi, tetapi juga melalui inovasi layanan, penguatan literasi keluarga, dan integrasi teknologi digital. Perpustakaan dapat menjadi pusat pengembangan literasi Islam yang holistik dengan menghubungkan sumber pengetahuan global dan lokal secara kontekstual. Studi ini merekomendasikan agar perpustakaan lebih aktif membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, komunitas, dan lembaga keagamaan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.
Penulis: Nove Eka Variant Anna
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
2025 2
E- ISSN: 2540-9239





