51动漫

51动漫 Official Website

Tinjauan Sistematis Dan Meta-Analisis Efek Indeks Massa Tubuh

Tinjauan Sistematis Dan Meta-Analisis Efek Indeks Massa Tubuh
Sumber: telisik.id

Penyakit kardiovaskular atau Cardiovascular Disease (CVD) masih menjadi kontributor utama penyakit dan kematian dalam skala global, dan memberikan beban besar pada sistem layanan kesehatan. Intervensi koroner perkutan atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) memainkan peran penting dalam mengelola penyakit arteri koroner. Dengan meningkatnya prevalensi penyakit arteri koroner di Asia, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil klinis setelah PCI menjadi penting untuk mengoptimalkan perawatan pasien. Sejumlah penelitian telah mengeksplorasi 減aradoks obesitas, sebuah fenomena di mana individu dengan indeks massa tubuh atau Body Mass Index  (BMI) yang lebih tinggi menunjukkan hasil kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki BMI lebih rendah setelah menjalani prosedur kardiovaskular tertentu. BMI terkenal sebagai alat yang penting untuk mengevaluasi kerentanan terhadap CVD. Ada dokumentasi ekstensif mengenai korelasi antara obesitas dan kejadian buruk kardiovaskular pada populasi Barat. Namun, relevansi paradoks ini pada populasi Asia masih belum dieksplorasi. Beberapa penelitian memberikan hasil yang beragam, menyoroti perlunya penyelidikan yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara BMI dan berbagai faktor klinis pada populasi Asia terhadap hasil pasca-PCI. Selain itu, interaksi yang rumit antara BMI dan berbagai faktor klinis, seperti diabetes, hipertensi, dan profil lipid, dalam mempengaruhi hasil PCI di Asia memerlukan penyelidikan yang komprehensif.

Penyakit kardiovaskular merupakan kontributor utama penyakit dan kematian secara global. Indeks massa tubuh (BMI) adalah faktor prognostik yang diketahui mengenai hasil risiko kardiovaskular. Sejumlah investigasi telah memberikan bukti adanya paradoks obesitas setelah intervensi koroner perkutan (PCI). Namun, hubungan antara BMI dan hasil PCI belum diselidiki secara luas pada populasi Asia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan pemahaman saat ini dengan menyelidiki hubungan antara BMI dan konsekuensi klinis setelah PCI, dengan fokus khusus pada individu Asia. Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Cochrane Library untuk mengidentifikasi penelitian yang meneliti pengaruh BMI terhadap hasil klinis setelah PCI di Asia.

Sebanyak 182.110 pasien yang telah menjalani PCI ditemukan dalam 5 kohort yang disertakan. Sebuah meta-analisis yang dilakukan pada subjek mengungkapkan bahwa pasien yang kelebihan berat badan, interval kepercayaan 95% memiliki risiko lebih rendah terhadap semua penyebab kematian dibandingkan pada individu dengan berat badan sehat dan pasien obesitas memiliki risiko lebih rendah terhadap semua penyebab kematian dibandingkan individu dengan berat badan sehat. Studi tersebut juga menemukan bahwa pasien kelebihan berat badan memiliki risiko kematian jantung yang lebih rendah. Selain itu, pasien obesitas memiliki risiko kematian nonkardiak yang lebih rendah. Jenis generasi PCI yang digunakan tidak dibedakan. Selain itu, indikasi PCI seperti STEMI atau lainnya masih belum dipertimbangkan. Klasifikasi BMI yang digunakan dalam dunia kesehatan berbeda-beda di setiap pusat, banyak penelitian yang tidak dapat dimasukkan meskipun dilakukan di Asia. Batasan terakhir untuk OR yang disesuaikan adalah inflasi mungkin disebabkan oleh efek cadangan. Penelitian di masa depan harus mengakomodasi keterbatasan ini untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang kontradiksi atau paradoks obesitas di Asia. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam kejadian buruk kardiovaskular, infark miokard, dan perdarahan antara semua kelompok pasien. Meta-analisis ini mendukung adanya paradoks obesitas setelah PCI pada populasi Asia. Paradoks obesitas terbukti pada semua penyebab kematian, kematian akibat penyakit jantung, dan kematian non-jantung.

Penulis : Andrianto, *; Albab, Chabib Fachry; Mahardika, Nandha Pratama

Link:

Baca juga: Obesitas dan Hipertensi pada Remaja: Apa yang Perlu Diketahui?

AKSES CEPAT