51动漫

51动漫 Official Website

Upaya Pengembangan Ekstrak Bunga Telang sebagai Sumber Kuerseti Alami

Uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang (Shoviantari et al., 2025)
Uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga telang (Shoviantari et al., 2025)

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan sumber kuersetin alami. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas antimikroba yang baik. Oleh karena itu, bunga telang berpotensi menjadi kandidat sumber bahan baku antimikroba alami. Bakteri yang menyebabkan infeksi pada sistem gastrointestinal, pernapasan, saluran kemih, dan integumen termasuk di antara banyak jenis bakteri yang dapat diatasi dengan kuersetin secara efektif. Bakteri Gram positif dan Gram negatif dapat dihambat pertumbuhannya, sedangkan bakteri Gram negatif biasanya lebih tangguh [1]. Mekanisme antibakteri kuersetin mencakup tindakan berikut: merusak dinding dan membran sel bakteri, mengubah permeabilitas sel, menghambat sintesis protein dan asam nukleat, mengurangi aktivitas enzim, mencegah pembentukan biofilm, dan menghambat ekspresi faktor virulensi [2-4]. Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid seperti kuersetin, antosianin (ternatin), triterpenoid, asam fenolik, dan peptida siklik, yang memberikan berbagai aktivitas farmakologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, neuroprotektif, antidiabetik, dan antikanker. Di antara senyawa-senyawa tersebut, kandungan kuersetin diperkirakan dalam jumlah yang relatif tinggi, berkontribusi terhadap efek antioksidan yang kuat untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif, serta mendukung aktivitas antiinflamasi dan antimikroba [5-7]. Peran penting, pengujian kadar kuersetin dalam bunga telang perlu dilakukan untuk memastikan potensi farmakologisnya dan mendukung pengembangan lebih lanjut sebagai bahan baku alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai agen antimikroba melalui dua pendekatan utama, yaitu pengujian aktivitas antibakteri, dan penentuan kadar kuersetin dalam ekstrak bunga telang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan kuersetin secara kuantitatif dan memeriksa kemampuan antibakteri ekstrak bunga telang sehingga dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan lebih lanjut sebagai bahan baku farmasi alami yang efektif.

Analisis kuersetin menggunakan metode HPLC pada panjang gelombang 374 nm menunjukkan kadar rata-rata 42 ppm (4,2% b/b), dengan validasi metode meliputi akurasi, presisi, linearitas (饾憻2=0,9959), serta LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,57 ppm dan 1,91 ppm. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 30% yaitu masing-masing 10,27 卤 1,01 mm dan 12,28 卤 0,09 mm. Aktivitas ini berkaitan dengan kandungan quercetin yang diketahui bekerja melalui mekanisme seperti merusak dinding sel bakteri dan menghambat pembentukan biofilm. Karena potensi farmakologis ini, bunga ini dapat dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dalam aplikasi farmasi dan kosmetik.

Penulis: Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati Munandar, Dra., M.Si.

Informasi detail riset ini dapat diakses pada artikel kami di:

F. Shoviantari, T.E. Munandar, W. Soeratri, M. Rahmadi, R. Nurhayati, M.R. Aditya. Exploring Butterfly Pea (Clitoria ternatea) Extract as a Natural Quercetin Source with Antibacterial Properties. Asian Journal of Green Chemistry, 9(3) 2025, 255-265

AKSES CEPAT