51动漫

51动漫 Official Website

Validasi dan Reliabilitas Vitiligo-Specific Health-Related Quality of Life Instrument (VitiQol) Versi Indonesia

Vitiligo merupakan kondisi depigmentasi pada kulit yang disebabkan karena hilangnya melanosit. Vitiligo ditandai dengan bercak putih yang tidak bersisik, berwarna seperti kapur atau putih susu,  dan biasanya berbatas tegas. Vitiligo dapat terjadi pada anak-anak dan  orang dewasa, dengan angka kejadian antara 0,5-2% dari populasi. Penyebab penyakit ini tidak diketahui, namun diperkirakan hasil dari interaksi genetik, sistem imun, dan neurogenik.

Penelitian Hutomo pada tahun 2012 menunjukkan terdapat peningkatan pasien baru vitiligo di Divisi Kosmetik Medik Unit rawat Jalan (URJ) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya hingga 0,5% pada tahun 2014.

Vitiligo seringkali tanpa gejala, namun pengaruhnya terhadap kualitas hidup sebagian besar disebabkan oleh masalah psikologis seperti self esteem yang rendah, citra tubuh yang buruk, dan interaksi sosial yang  gagal.            

Kualitas hidup merupakan konsep luas yang ditentukan tidak hanya oleh faktor kesehatan tetapi juga oleh beberapa faktor non medis, antara lain situasi sosial ekonomi, tingkat kemandirian profesional, karakter, keadaan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan dengan lingkungan, serta oleh kebahagiaan, aspirasi, keyakinan, asumsi, dan pengalaman keagamaan. Dermatology Life Quality Index (DLQI) merupakan kuesioner yang digunakan untuk menilai kualitas hidup pasien kulit di Indonesia pada umumnya. DLQI adalah kuesioner yang dibuat untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien kulit Indonesia secara umum. Kuesioner ini memiliki versi bahasa Indonesia yang telah dievaluasi validitas dan reliabilitasnya, sehingga lebih mudah digunakan di Indonesia. DLQI mengevaluasi dampak kulit pasien terhadap gejala, perasaan, aktivitas sehari-hari, pekerjaan atau studi, hubungan intim, dan pengobatan selama seminggu terakhir. Keluhan seperti gatal, bersisik, dan ketidaknyamanan seringkali tidak ada pada vitiligo, sehingga pasien vitiligo memerlukan evaluasi kualitas hidup yang lebih spesifik.

Lilly dan kawan-kawan pada tahun 2013 memperkenalkan kuisioner Vitiligo Specific Quality of Life (VitiQol), untuk mengukur kualitas hidup pada pasien vitiligo. VitiQol adalah instrumen yang disesuaikan untuk penderita vitiligo yang mencoba menganalisis pengaruh efek kulit bulan sebelumnya terhadap stigma, keterbatasan partisipasi, dan perilaku pasien. Terdapat 16 pertanyaan di kuisioner VitiQol, dan masing-masing diberi skor pada skala tujuh poin yang bervariasi dari 0 (tidak sama sekali), hingga 6 (setiap saat). Nilai akhir bervariasi dari 0 hingga 90 poin. Pasien dengan skor yang  lebih tinggi menunjukkan kualitas hidup yang lebih buruk. VitiQoL menunjukkan validitas dan reliabilitas yang tinggi, dengan koefisien korelasi 0,51 dan Cronbach alfa 0,93.

VitiQoL versi bahasa Indonesia diperlukan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien vitiligo di Indonesia. Pada penelitian ini, kuisioner VitiQoL telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, diverifikasi, dan diuji reliabilitasnya di Surabaya, Indonesia. 37 pasien vitiligo mengisi kuisioner berdasarkan kondisi yang dirasakan dalam 1 bulan terakhir, kemudian dilakukan uji validasi dan reliabilitas.

Koefisien korelasi dari VitiQol versi Indonesia adalah 0,695, dengan Cronbach Alfa 0,925. Hasil penelitian ini menunjukkan VitiQol versi Indonesia adalah instrumen yang dapat dipercaya. VitiQol versi Indonesia dapat mengukur kualitas hidup secara valid dan dipercaya bagi pasien vitiligo di Indonesia.

Penulis :  dr. Diah Mira Indramaya, Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Validation and Reliability of Indonesian Version of Vitiligo-Specific Health-Related Quality of Life Instrument (VITIQoL)

Diah Mira Indramaya, Aprilin Krista Devi , Sawitri , Budi Utomo , Izzatul Fithriyah ,Dwi Murtiastutik , Cita Rosita Sigit Prakoeswa , Afif Nurul Hidayati

AKSES CEPAT