Pendahuluan
Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu dari keganasan di regio kepala dan leher yang paling sering tejadi, terutama di wilayah asia tenggara. Seperti pada jenis kanker lain, sel kanker pada KNF juga melepaskan eksosom, yaitu sebuah vesikel berukuran nano yang membawa sejumlah biomolekul, termasuk p53. Namun pada kasus KNF, belum banyak diketahui tentang jenis p53 yang dibawa oleh eksosom yang dihasilkan.
Metode dan Hasil Penelitian
Rekrutmen sampel dilakukan di Rumah Sakit Wahidin Suddirohusodo dan Rumah Sakit Umum Nusa Tenggara barat, Indonesia. Sebanyak delapan pasien memenuhi kriteria inklusi sampel yaitu pasien yang terdiagnosa sebagai KNF, berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang berupa radiologi serta histopatologi, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kriteria staging oleh American Joint Committee on Cancer (AJCC) 2018. Eksosom pasien dipisahkan dari sampel darah pasien, kemudian dipastikan bahwa eksosom tersebut dilepaskan oleh sel kanker KNF menggunakan pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Pemeriksaan RT-PCR lanjutan juga dilakukan untuk mengevaluasi adanya p53 dalam eksosom, dan jika didapatkan, maka dilanjutkan dengan identifikasi tipe dari p53 tersebut.
Ekspresi p53 ditemukan di seluruh sampel eksosom, pada exon 4-5 dan 5-6, dengan rata-rata CT-value pada keduanya sebesar 26,87 dan 30,24. Hasil pemeriksaan identifikasi tipe p53 pada semua pasien mendapatkan ada satu sampel yang mengandung mutant-type p53 pada codon 180, yaitu yang semula berupa GAG, yang menghasilkan asam glutamat, menjadi GGA yang menghasilkan glisin. Perubahan produksi asam amino ini disebabkan oleh mutasi akibat insersi basa G pada exon 5 codon 180, yang bisa menyebabkan missense dan perubahan karakter p53. Literatur lain menyebutkan bahwa mutasi p53 bisa terjadi pada exon 2-9, dengan berbagai jenis mutasi seperti delesi, duplikasi, maupun duplikasi multipel.
Kesimpulan
Eksosom yang dihasilkan pada pasien KNF berpotensi membawa wild-type atau bahkan mutant-type p53. Penelitian ini mendukung teori bahwa eksosom memiliki peran yang cukup penting, terkait dengan perjalanan penyakit, proses diagnosis, terapi, hingga follow-up prognosis pasien.
Penulis: Achmad Chusnu Romdhoni
Departemen/KSM Ilmu Kesehatan THT-KL FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
Link:





