Tumbuhan belimbing sayur merupakan tumbuhan yang umur digunakan oleh masyarakat untuk masakan maupun untuk minuman tonik. Daun tumbuhan ini telah banyak dilaporkan memiliki potensi obat seperti antimikroba, antioksidan, antidiabetes, dan beberapa aktivitas seperti anti-kanker. Pendalaman penelitian tumbuhan ini masih terus dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang ada pada buah, daun maupun batang. Belimbing wuluh merupakan tanaman jenis buah dan obat tradisional. Ekstrak metanol buah belimbing wuluh diantaranya mengandung alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenol, dan triterpenoid. Selain itu juga diketahui bahwa ekstrak metanol buah belimbing wuluh memiliki aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan investigasi terkait senyawa metabolit sekunder yang ada ada pada daun tumbuhan belimbing sayur. Hasil isolasi senyawa metabolit sekunder dari daun tumbuhan belimbing sayur didapatkan lima senyawa yang telah diketahui sebelumnya dan satu senyawa baru. Satu senyawa baru tersebut merupakan golongan dari senyawa oleanan triterpenoid dengan nama 尾-amyrin heptadekanoat. Enam senyawa yang berhasil diisolasi dari daun tumbuhan ini kemudian dilakukan uji antidiabetes dan uji toksisitas. Hasil menunjukkan bahwa beberapa senyawa hasil isolasi menunjukan potensi sebagai antidiabetes dan antikanker.
Penulis:
Rico Ramadhan
Departemen Kimia, FST UNAIR
Riset Grup Eksplorasi dan Sintesis Senyawa Bioaktif (ESBC)
Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT)
Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME)
51动漫
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah di:
Baca juga: Pengembangan Senyawa Penghambat Aktivitas Sitokin Dalam Mencegah Progresifitas Kanker Payudara





