51动漫

51动漫 Official Website

Abses Serebelum Kasus dengan Angka Kesembuhan yang Baik Namun Jarang Terdeteksi Dini

Foto oleh Radiopaedia

Kasus abses serebelum merupakan kasus yang cukup jarang. Seringkali kasus ini tidak terdeteksi dini dan tidak dirasakan oleh penderita. Abses serebelum adalah suatu penyakit infeksi supuratif yang membetuk kapsul yang disebut abses yang lokasinya terletak pada otak kecil atau serebelum. Penyebabnya merupaka infeksi kronis sekitar yang tidak teratasi dengan baik seperti infeksi telinga tengah, gigi, dan infeksi tulang mastoid.

Proses awal terjadinya abses serebelum diawali dari serebritis yaitu infeksi jaringan parenkim otak kemudian bila berlanjut munculah suatu jaringan nekrosis. Dimana jaringan nekrotik yang terakumulasi akan membetuk suatu kapsul dan terjadilah abses. Angka kejadian abses serebelum di negara barat hanya meliputi 1-2% kasus, namun 50% abses serebelum dapat terjadi akibat infeksi sekitar yang tidak teratasi

Gejala abses serebelum meliputi gejala efek desak ruang otak, gangguan saraf sesuai dengan area otak yang terkena, dan memiliki riwayat infeksi biasanya daerah telinga-gigi-tenggorok. Gejala pendesakan ruang otak terutama daerah serebrlim dapat berupa nyeri kepala yang gradual memberat, penuuruna kesadaran, kejang, gangguan keseimbangan, dan gangguan respon system indra peraba. Gejala ini bervariasi tergantung dari lokasi otak kecil yang terilhat. Pada anak-anak tersering gejala yang muncul adalah kejang, sedangkan pada dewasa yang tersering adalah gejala penurunan kesadaran.

Penegakan diagnosis dari kasus ini dapat dengan gejala klinis yang didukung oleh penujang yaitu CT scan kepala dengan kontras. Pilihan pengobatan pada kasus ini ada 2 pilihan yaitu pembedahan dan non-pembedahan. Pada lokasi abses di serebelum biasanya pilihan utama adalah pembedahan karena lokasinnya yang dapat menyebabkan kematian dan pendesakan otak yang sangat mendadak. Pembedahan ini tidak tersedia di semua daerah tersedia fasilitas tersebut. Pada beberapa kasus dimana tidak dapat dilakukan pembedahan maka pengobatan farmakologis berupa antibiotic dapat dicoba. Pemberian antibiotik ini dilakukan enam hingga delapan minggu. Pemberian obat ini ternyata masih memiliki tempat dan dapat memberikan kesembuhan yang sempurna tanpa memberikan kecacatan.

Walau kasus abses serebelum ini jarang, namun dapat memberikan kecacatan fisik bila tidak diberikan pengobatan yang tepat dan dini. Kesadaran pasien akan perubahan dan perberatan gejala saraf yang dialami dan segera mencari pertolongan sangatlah berperan penting dalam kasus ini. Pengobatan yang dini dan deteksi lebih awal akan Mengurangi angka kecacatan dan menurunkan angka kematian.

Penulis: Dr. Paulus Sugianto, dr. Sp.S(K)

Informasi detail dari studi artikel ini dapat dilihat pada Jurnal Annals of Medicine and Surgery, 2022, Vol. 79, hal 104001. Artikel dapat diakses melalui link berikut: Radiansyah RS, Sugianto P, Cecilia C. Complete resolution of otogenic cerebellar abscess with conservative approach: Two case reports. Ann Med Surg [Internet]. 2022 Jul;79(May):104001. Available from:

AKSES CEPAT