Latar belakang
Kandidiasis Oral (KO) sering terdapat pada pasien HIV/AIDS dan sering kambuh ,hal ini menyebabkan pasien sering minum obat antijamur, yang menyebabkan meningkatnya resistensi spesies candida sebagai penyebab KO terhadap obat anti jamur. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas invitro minyak rosemary dibandingkan dengan antijamur Flukonazol.
Metode
Minyak Resemary yang digunakan dalam penelitian ini merupakan produk komersial (Young Living Ltd). Minyak Rosemary maupun Flukonazol diuji dengan uji mikrodilusi,terhadap 40 isolat Candida sp baik albicans m,aupun candida non albican . isolate diperoleh dari pasien HIV/AIDS dengan KO masing masing sejumlah 20 isolat.
Hasil
MIC dan MFC Candida albicans terhadap minyak Rosemary sebesar 6,25% DAN 25%
Terhadap Flukonazol sebesar 100% dan lebih dari 100% , sedangkan MIC dan MFC terhadap Candida non albicans minyak rosemary 12,5% dan 25%,terhadap Flukonazol sebesar 100% dan lebih dari 100%.
Kesimpulan
Minyak rosemary merupakan antijamur potensial yang menunjukan aktifitas antijamur lebih tinggi dibandingkan dengan flukonazol. Rosemary ini bisa sebagai fungistatik terhadap C albicans dan bersifat fungisidal terhadap c nonalbicans , sehingga menunjukan potensi sebagai antijamur untuk pengobatan KO yang penyebabnya C non albicans. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanan dan toksisitasnya.
Penulis : Dr.dr.Dwi Murtiastutik,Sp.KK(K)
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Antifungal activity of rosemary essential oil against Candidaspp. isolates from HIV/AIDS patients with oral candidiasis
Dwi Murtiastutik, Putri Intan Primasari, Evy Ervianti, Lunardi Bintanjoyo





