Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan global yang berdampak pada ekosistem laut dan kesehatan manusia. Setiap tahun sekitar 275 juta ton sampah plastik dihasilkan, dan sebagian besar berakhir di lautan, menyebabkan kerusakan pada biota laut serta lingkungan pesisir. Di Indonesia, permasalahan ini semakin kompleks karena aktivitas masyarakat dan pertumbuhan pariwisata di wilayah pesisir. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah dengan potensi pencemaran plastik tinggi. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah membentuk Fasilitas Pengendalian Pencemaran Sampah Plastik Berbasis Zero Waste yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat pesisir dalam pengelolaan sampah plastik serta mengurangi potensi pencemaran laut secara berkelanjutan.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di wilayah pesisir Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang mencakup empat kecamatan yaitu Muncar, Banyuwangi, Kalipuro, dan Blimbingsari dengan jumlah 636 responden. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu karakteristik responden, perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan) terkait sampah plastik, serta pengendalian pencemaran plastik. Variabel potensi pencemaran diukur berdasarkan berat sampah plastik yang dihasilkan per hari, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji regresi logistik sederhana untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, tindakan, dan pengendalian sampah plastik terhadap potensi pencemaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,8% responden memiliki pengetahuan cukup, namun 65,6% masih memiliki sikap kurang baik terhadap pengelolaan sampah plastik. Tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah juga belum optimal, meskipun sebagian besar telah mengenal konsep reduce, reuse, dan recycle. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap potensi pencemaran plastik. Namun, pengendalian sampah plastik berbasis Zero Waste berpengaruh signifikan dalam menurunkan potensi pencemaran plastik di wilayah pesisir Banyuwangi (p < 0,001; CI 95% = 1,493“3,296). Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat pesisir terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, pengendalian sampah plastik berbasis pengendalian pencemaran plastik dengan prinsip zero waste memiliki pengaruh paling besar terhadap penurunan potensi pencemaran plastik di wilayah pesisir dibandingkan dengan variabel pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat. Masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan sampah melalui fasilitas tersebut memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan pencemaran plastik dibandingkan dengan masyarakat yang aktif berpartisipasi. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah memperluas penerapan fasilitas pengendalian berbasis Zero Waste di seluruh wilayah pesisir, meningkatkan sosialisasi dan pendidikan lingkungan kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah plastik, menjaga kebersihan pesisir, serta mendukung tercapainya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi.
Penulis: Lilis Sulistyorini Informasi lengkap artikel dapat diakses melalui:





