51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Analisis Risiko Paparan Pestisida yang Berhubungan dengan Penurunan Kadar Kolinesterase pada Pekerja Pertanian di Indonesia: Studi Meta-Analisis

Sumber: Ekonomi Bisnis
Sumber: Ekonomi Bisnis

PEMBUKA

Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan kerja yang serius di sektor pertanian. WHO melaporkan 1“5 juta kasus keracunan pestisida setiap tahun pada pekerja pertanian, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berkembang. Di Indonesia, penggunaan pestisida masih sangat tinggi dan sering dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan kerja, seperti penggunaan APD, kebersihan diri, dan durasi kerja. Pajanan berulang terhadap pestisida, terutama organofosfat dan karbamat, dapat menurunkan kadar enzim kolinesterase dalam darah sehingga memicu gangguan kesehatan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko faktor-faktor yang berhubungan dengan penurunan kadar kolinesterase melalui pendekatan meta-analisis, khususnya terkait penggunaan APD, personal hygiene, dan lama bekerja pada petani di Indonesia.

PENJELASAN

Penelitian ini menggunakan desain meta-analisis mengikuti pedoman PRISMA untuk menggabungkan berbagai temuan mengenai faktor risiko penurunan kadar kolinesterase akibat paparan pestisida pada petani di Indonesia. Dari total 546 artikel yang ditemukan pada pencarian awal, 20 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Data yang dikumpulkan mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), kebersihan diri, serta durasi kerja sebagai faktor yang berperan terhadap penurunan kadar kolinesterase. Analisis statistik dilakukan menggunakan JASP 0.18.3 dengan pemilihan model fixed-effect atau random-effect sesuai hasil uji heterogenitas. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa penggunaan APD memiliki tingkat heterogenitas tinggi, sehingga dianalisis dengan model random-effect. Petani yang tidak menggunakan APD secara lengkap memiliki risiko 1,584 kali lebih tinggi mengalami penurunan kadar kolinesterase. Pada variabel kebersihan diri, heterogenitas rendah memungkinkan penggunaan model fixed-effect, dan hasilnya menunjukkan bahwa petani dengan kebersihan diri buruk misalnya tidak mandi setelah menyemprot atau tidak mengganti pakaian memiliki risiko 1,954 kali lebih tinggi mengalami penurunan kolinesterase. Faktor ini menjadi risiko terkuat dalam penelitian. Sementara itu, durasi kerja lebih dari lima jam per hari juga meningkatkan risiko penurunan kolinesterase sebesar 1,665 kali, menunjukkan bahwa paparan berkepanjangan memperbesar akumulasi pestisida dalam tubuh. Uji Egger pada variabel penggunaan APD dan durasi kerja menunjukkan tidak adanya publication bias. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perilaku tidak menggunakan APD, kebersihan diri yang kurang baik, serta jam kerja yang panjang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan risiko keracunan pestisida pada petani di Indonesia.

PENUTUP

Penelitian  ini menyimpulkan bahwa tiga faktor utama penggunaan APD, personal hygiene, dan lama bekerja berhubungan erat dengan penurunan kadar kolinesterase akibat paparan pestisida pada petani di Indonesia. Dari ketiga faktor tersebut, kebersihan diri merupakan faktor risiko yang paling dominan. Petani yang tidak mandi setelah penyemprotan, tidak mengganti pakaian kerja, serta tidak menjaga kebersihan diri memiliki risiko paling tinggi mengalami penurunan kolinesterase. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi, pengawasan penggunaan APD, pembatasan jam kerja, serta penerapan kebiasaan higienis untuk mengurangi paparan pestisida dan mencegah dampak kesehatan jangka panjang pada petani.

Risk Analysis of Pesticide Exposure Associated with Reduced Cholinesterase Levels in Indonesian Farm Workers: A Meta Analysis

AIP DOSEN_SCOPUS Q4_R. Azizah

Penulis: Dr. R. Azizah, S.H., M.Kes

AKSES CEPAT