Beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, mulai mengalami penurunan usia penduduk, dengan 8 provinsi yang telah memasuki fase menua. Jawa Timur memiliki persentase lansia sebesar 14,53% pada 2021, meningkat dari 13,48% pada 2020, menandakan perlunya perhatian khusus terhadap manajemen kesehatan dan nutrisi lansia. Asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat menimbulkan masalah gizi seperti gizi kurang ataupun gizi lebih, mengakibatkan peningkatan risiko terjadinya infeksi, ataupun menimbulkan dampak terjadinya penyakit degeneratif. Seringkali kondisi individu memburuk karena nutrisi yang tidak mencukupi untuk pemulihan.
Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan Griya Wreda, yang menyediakan pelayanan kesejahteraan bagi lansia. Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan mutu manajemen pelayanan makanan di panti sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia, dan evaluasi rutin terhadap penyelenggaraan makanan perlu dilakukan untuk menjamin kualitas gizi yang optimal. Pelayanan makan di panti jompo bertujuan agar lansia dapat memenuhi kebutuhannya sehingga diperlukan susunan menu makanan yang dapat membantu peningkatan selera makan bagi lansia untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya.
Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross sectional, yang melibatkan 65 lansia di UPTD Griya Wreda Jambangan dan Kalijudan pada Mei-Juni 2023. Sampel diambil dengan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu lansia berusia ≥60 tahun yang sehat dan dapat berkomunikasi serta beraktivitas makan sendiri, sementara lansia dengan demensia atau bedrest dikeluarkan dari studi. Menu yang disajikan dianalisis dan dikonversi menjadi gram, dengan data gizi dihitung menggunakan Nutrisurvey dan sisa makanan diukur dengan visual comstock selama 7 hari. Tingkat kecukupan gizi dihitung berdasarkan rata-rata asupan harian dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, dengan persetujuan uji etik dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi menu di UPTD Griya Wreda Surabaya belum memenuhi kebutuhan harian lansia, sehingga perlu ditingkatkan untuk mencapai status gizi optimal. Sementara kandungan lemak sudah memenuhi kebutuhan, natrium melebihi rekomendasi. Meskipun sisa makanan tergolong sedikit (≤20%), beberapa komponen menu masih memiliki sisa makanan yang banyak (>20%). Lansia di panti mengalami defisit dalam asupan energi, protein, karbohidrat, dan serat, tetapi asupan lemak cukup, dan natrium berlebih, sehingga perlu evaluasi berkala terhadap pelayanan makanan dan penyesuaian anggaran untuk pola makan yang lebih baik.
Penulis: Amira Farah Rasyidah, S.Gz dan Dr. Farapti, dr., M.Gizi
Link:
Baca juga: Komparasi Status Gizi, Asupan Makan, dan Durasi Tidur Anak Sekolah di Perkotaan dan Pedesaan





